Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahrain, Mutiara Kecil di Teluk Persia

📅 Senin, 02 Mar 2026, 22:57 WIB | Oleh:

Setelah musim penyelaman berakhir, hasil tangkapan dibagi berdasarkan porsi masing-masing. Kapten kapal mendapat bagian paling besar. Penyelam memperoleh bagian lebih besar dibanding penarik tali. Sementara anak buah kapal lain menerima sisanya.

Namun di balik itu, banyak para penyelam justru terjerat utang karena industri mutiara pada masa itu berjalan dengan sistem kredit.

Sebelum musim penyelam dimulai, kapten meminjam modal awal dari para pedagang buat mempersiapkan segala keperluan pelayaran. Ia kemudian meminjamkan uang kepada para penyelam agar keluarga mereka bisa bertahan selama ditinggal melaut.

Ketika musim berakhir dan hasil tak sesuai harapan, utang tetap harus dibayar. Akibatnya, banyak penyelam akhirnya terikat untuk kembali bekerja pada kapten yang sama di musim berikutnya.

Rantai ekonomi semacam itu perlahan berubah menjadi rantai ketergantungan.

Minyak dan Kebangkitan Industri

Syahdan, kejayaan suatu industri pada akhirnya bakal menemui titik akhir. Pun dengan industri mutiara. Industri mutiara alami mulai tergantikan dengan mutiara budidaya (cultured pearl).

Mutiara ini menggunakan campur tangan manusia dalam pembentukannya, dengan memasukkan inti (nukleus) ke dalam tiram sehingga mutiara terbentuk secara buatan. Hasilnya lebih murah dan bisa diproduksi massal.

Dengan ditemukannya metode ini, harga mutiara alami pun anjlok. Mutiara budidaya tumbuh pesat. Kalangan superkaya tak lagi menjadi satu-satunya pembeli, sehingga mutiara menjadi perhiasan yang terjangkau kelas menengah.

Tak lama kemudian, Bahrain menemukan minyak pada tahun 1932. Penemuan ini lambat laun menggeser industri mutiara sebagai sumber penerimaan utama negara. Bagi penyelam tradisional Bahrain, pasca penemuan minyak terasa seperti akhir sebuah era.

Saat ini mutiara memang tak lagi menjadi penyumbang utama produk domestik bruto (PDB) Bahrain. Namun, Pemerintah Kerajaan Bahrain mencoba untuk membangkitkan sektor ini dengan bentuk yang berbeda.

Industri mutiara kini menjadi industri ‘mewah’ yang menyasar kelas atas, serta dijalankan sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya lokal.

Pasar mutiara alami global diperkirakan bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar AS per tahun, dengan keping-keping berkualitas tinggi mencapai harga sangat signifikan di pasar lelang dan kolektor kelas atas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.