Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Kisah Imelda, Mitra Pengemudi Tuli yang Menemukan Ruang Kerja Setara

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 15:13 WIB | Oleh:
Ini Kisah Imelda, Mitra Pengemudi Tuli yang Menemukan Ruang Kerja Setara Doc: Grab Indonesia
Ket. Imelda Situmorang telah menjadi Mitra Pengemudi GrabBike sejak November 2025. Fleksibilitas waktu kerja membantunya membagi waktu antara bekerja dan menjalankan perannya sebagai ibu.

JAKARTA — Keterbatasan dalam mendengar tidak menghalangi Imelda Situmorang (36) untuk bekerja sebagai mitra pengemudi ojek daring. Sejak November 2025, perempuan yang tinggal di Bekasi tersebut menjalani aktivitas sebagai mitra pengemudi Grab dengan mengandalkan komunikasi tertulis, ekspresi, dan gestur ketika berinteraksi dengan penumpang.

Bagi Imelda, pekerjaan sebagai mitra pengemudi memberikan keleluasaan untuk mengatur waktu kerja sekaligus menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu. Ia biasanya memilih wilayah operasional di sekitar Bekasi agar tetap dapat berada lebih dekat dengan anaknya.

Pengalaman Imelda menjadi salah satu cerita yang dibagikan dalam kegiatan edukasi bahasa isyarat yang digelar Grab untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026. Kegiatan tersebut berlangsung melalui agenda Kopdar di Medan, Semarang, dan Jakarta, serta melibatkan sekitar 650 mitra pengemudi.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada September 2026 tersebut, Grab juga mendistribusikan 1.000 rompi “Teman Setara” kepada mitra pengemudi Tuli. Rompi itu dilengkapi panduan visual dan ilustrasi bahasa isyarat dasar yang ditujukan untuk membantu komunikasi antara mitra pengemudi Tuli dan pengguna.

20261003150756_Foto-Para-Pengemudi-Grab.jpg

(Kiri - Kanan) Wilma Redjeki, Ketua GERKATIN Indonesia; Brigita Sriulina Beru Meilala (Idgitaf), selaku kreator konten dan penyanyi; Imelda Situmorang, Teman Tuli yang juga Mitra Pengemudi Perempuan Grab; Jennifer Natalie, Konten Kreator Tuli; Ayu, Perwakilan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI); Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability, Grab Indonesia; Adinda Maryami, Manager Country Sustainability, Grab Indonesia, dalam rangkaian kegiatan Grab memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 (23/09). (Dok. Grab Indonesia)

Mencari Pekerjaan yang Lebih Fleksibel

Sebelum menjadi mitra pengemudi, Imelda bekerja selama sekitar tiga tahun di sebuah minimarket di Bandung. Pekerjaan tersebut memiliki jadwal kerja yang telah ditentukan.

Situasi berubah setelah Imelda berkeluarga, pindah ke Bekasi, dan memiliki anak. Ia kemudian membutuhkan pekerjaan yang memungkinkan dirinya mengatur waktu dengan lebih fleksibel.

Informasi mengenai pendaftaran sebagai mitra pengemudi diperolehnya dari Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI). Suaminya, yang juga merupakan mitra pengemudi Grab, memberikan sepeda motor yang kemudian digunakan Imelda untuk bekerja.

Imelda mulai menjadi mitra pengemudi pada November 2025. Sejak saat itu, ia mengatur sendiri waktu untuk bekerja dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga.

“Kalau menjadi driver atau mitra Grab, saya bisa bebas mengatur waktu untuk bekerja. Saya sendiri biasanya bekerja di area Bekasi, supaya lebih dekat dengan anak saya yang berada di rumah,” kata Imelda melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (3/10).

Ia dan suaminya juga mengatur waktu serta wilayah kerja agar dapat bergantian menjalankan tanggung jawab keluarga.

Mengandalkan Komunikasi Visual

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.