Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBD Kabupaten Bogor Turun Menjadi Rp11 Triliun Lebih

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 03:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
APBD Kabupaten Bogor Turun Menjadi Rp11 Triliun Lebih Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan

BOGOR – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor untuk Tahun Anggaran ini dengan belanja daerah sebesar Rp11,787 triliun. Perubahan ini telah disepakati Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD.

“Kesepakatan dicapai setelah pemkab bersama DPRD membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kamis. Rapat itu sendiri dilaksanakan hari Rabu (30/9).

Belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp11,837 triliun menurun menjadi Rp11,787 triliun. Jadi ada penurunan sebesar Rp50 miliar lebih. Rudy menargetkan pendapatan daerah dalam Perubahan APBDmeningkat Rp399,5 miliar.

Pendapatan daerah itu sebelumnya ditargetkan Rp11,237 triliun, setelah perubahan menjadi Rp11,636 triliun. Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah dan transfer. Sedangkan target lain-lain pendapatan daerah tetap sebesar Rp5,889 miliar.

Dengan perubahan struktur pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBD Kabupaten Bogor turun cukup signifikan. Defisit yang sebelumnya mencapai Rp600 miliar menjadi Rp150 miliar setelah pembahasan. Kekurangan tersebut seluruhnya ditutup melalui pembiayaan netto.

Rudy menyebut, belanja dalam Perubahan APBD 2026 diprioritaskan untuk memenuhi sejumlah kewajiban pemerintah daerah. Ini termasuk pembayaran kegiatan yang telah selesai, tetapi belum dibayarkan. Juga untuk kegiatan yang diberikan kesempatan penyelesaian melampaui tahun anggaran.

Pemkab Bogor juga menaikkan kebutuhan belanja pegawai aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan satu tahun anggaran, termasuk gaji ke-13 dan tunjangan hari raya bagi PPPK paruh waktu.

Selain itu, anggaran dinaikkan untuk kebutuhan mendesak pada pembangunan. Kemudian untukrehabilitasi infrastruktur pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan penataan ruang. Sejumlah program prioritas turut masuk dalam Perubahan APBD 2026. Salah satunya peningkatan insentif bagi 8.400 guru Pendidikan Agama Islam dari semula Rp700.000 menjadi Rp1 juta per orang.

Pemerintah daerah juga mengalokasikan dukungan untuk keikutsertaan Kabupaten Bogor dalam Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat dan Pekan Paralimpik Daerah Jawa Barat 2026. Selain Perubahan APBD, Pemkab Bogor dan DPRD juga membahas perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah yang mencakup delapan rancangan peraturan daerah.Ini terdiri dari lima Raperda prakarsa Pemkab Bogor dan tiga inisiatif DPRD. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.