Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas: Harga Pangan Pokok Strategis di Pasaran Turun dan Mulai Stabil

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 08:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas: Harga Pangan Pokok Strategis di Pasaran Turun dan Mulai Stabil Doc: Bapanas
Ket. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kedua kiri) meninjau harga pangan di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

JAKARTA - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan berdasarkan pemantauan kondisi harga pangan pokok di pasaran turun dan mulai stabil dengan stok yang terjaga aman dan cukup.

"Saya rasa semua pangan pokok stabil. Stok aman. Jadi supaya mudah-mudahan memasuki Lebaran dengan pemantauan (di pasaran), bisa turun harganya. Walaupun memang bervariasi, tapi kecenderungannya kita lihat sudah turun dan mulai stabil," kata Ketut dalam keterangannya, Sabtu (28/2).

Dia menuturkan volatilitas harga pangan pokok strategis selama minggu pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah terus dipantau ketat oleh pemerintah.

Dinamika pergerakan harga pangan tidak boleh terlampaui berfluktuasi agar daya beli masyarakat juga dapat terus terjaga stabil.

"Stok pun aman. Pemerintah optimistis harga pangan sampai Idul Fitri mendatang masih dapat terus terjaga," ujarnya.

Dia mencontohkan hasil peninjauan di Pasar Senen Jakarta, sebagian besar pangan pokok strategis berada dalam rentang harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Terpantau harga daging sapi relatif stabil mulai Rp130.000, Rp135.000 sampai Rp140.000 per kg. Daging ayam Rp40.000 per kg, dan cabai rawit merah Rp100.000 per kg.

"Cabai rawit merah ini sudah turun dari Rp110.000 kemarin. Kemudian telur bervariasi, ada yang Rp29.000, ada yang Rp30.500," beber Ketut.

Guna mengendalikan volatilitas harga pangan, pemerintah melalui Bapanas bersama Perum Bulog terus-menerus melaksanakan berbagai program intervensi pangan.

Program stimulus ekonomi seperti bantuan pangan dan penyediaan beras dengan subsidi harga diharapkan mampu berperan sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Bantuan pangan nanti didorong di tahun ini, ada 33,2 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat), akan diberikan di bulan Maret. Ini kita berikan. Ini kita siapkan semua, sehingga semua program kita akan didorong, untuk kemudian bantuan pangan tersebut dijalankan," jelas Ketut.

Adapun total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program bantuan pangan beras dan minyak goreng sebesar Rp11,92 triliun.

Jumlah penerima bantuan pangan pun ditingkatkan secara drastis menjadi 33.244.408 penerima di seluruh Indonesia.

Adapun lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar yaitu Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima. Kemudian Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima. Disusul Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.