Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepekan Usai Lebaran: Stok Pangan di Pasar Minggu Terkendali, Harga Berangsur Turun

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 16:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sepekan Usai Lebaran: Stok Pangan di Pasar Minggu Terkendali, Harga Berangsur Turun Doc: istimewa
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (28/3) atau seminggu setelah Lebaran

JAKARTA-Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (28/3) atau seminggu setelah Lebaran. 

Mendag Busan mengungkapkan, stok bapok secara umum pasca-Lebaran mencukupi dan harganya terkendali. Mendag Busan mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir karena stok mencukupi.

“Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” urai Mendag Busan.

Ia mengatakan, Kemendag terus memantau harga bapok setiap hari termasuk pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri. Kemendag bersinergi dengan pemerintah daerah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memastikan pasokan tercukupi dan harga terus terkendali di seluruh wilayah Indonesia. 

Sinergi.menjaga kecukupan pasokan juga dilakukan bersama asosiasi dan para pemasok. “Kami tidak hanya memantau ke pasar langsung, tetapi juga berkoordinasi dengan teman-teman di daerah melalui kontributor untuk memantau harga di seluruh wilayah Indonesia melalui SP2KP. Ada sekitar 550 titik pasar yang dipantau dari 514 kabupaten dan kota. Jadi, perkembangan harga harian bisa dicek di SP2KP,” jelas Mendag Busan.

Selain itu, Kemendag berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bapok seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), gula pasir, dan MINYAKITA. “Minimal 35 persen distribusi MINYAKITA diserahkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan seperti ID Food dan Bulog. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35 persen,” ungkap Mendag.

Sementara itu, Menko Zulhas turut menyampaikan kondisi bapok di Pasar Minggu dalam keadaan cukup dan harga terkendali. “Persediaan banyak. Beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak. Secara umum persediaan dan harga-harga terkendali,” kata Menko Zulhas.

Hasil pantauan menunjukkan adanya penurunan harga komoditas bapok dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu. Bawang merah tercatat turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, dan bawang putih turun hingga 16 persen. Bahkan, sejumlah komoditas di Pasar Minggu dijual di bawah Harga Acuan (HA) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras medium Rp13.000/kg, beras premium Rp14.800/kg, cabai merah keriting Rp50.000/kg, dan cabai merah besar Rp50.000/kg. 

Tren menurun

Secara nasional, harga bapok cenderung mengalami penurunan dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri 2025. Khusus MINYAKITA, juga terjadi penurunan harga dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun lalu sebanyak 7,5 persen. Pada periode tahun lalu, harga MINYAKITA mencapai Rp17.200/liter, sedangkan pada tahun ini harga dapat terjaga di Rp15.700/liter.

Kemudian, harga beras SPHP terpantau Rp12.500/kg, minyak goreng curah Rp22.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp15.000/liter, tepung terigu Rp12.000/kg, dan daging sapi Rp140.000/kg. Selain itu, harga gula pasir kemasan Rp19.000/kg, daging ayam ras Rp45.000/kg, telur ayam ras Rp32.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, cabai rawit merah Rp100.000/kg, dan bawang putih honan Rp40.000/kg.

Rano, pedagang beras di Pasar Minggu menyatakan, pasokan beras cukup dan harga beras pascaLebaran mulai berangsur turun. “Pasca-Lebaran, dengan adanya panen, harga mulai turun. Pasokan saat ini aman, saya juga terbantu dengan adanya SPHP, jadi (pembeli) ada pilihan kalau harga sedang naik. Harapannya, pasokan bisa terus ada dan harga stabil terus,” tutur Rano.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.