Art Toys Indonesia Curi Perhatian di Korea Selatan, Potensi Transaksi Tembus Rp17 Miliar
📅 Senin, 10 Agu 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk mainan karya seni (art toys) dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dan jasa pembuatan art toys asal Indonesia memperoleh potensi transaksi mencapai 1 juta dolar AS atau sekitar Rp17 miliar dolar AS dalam pameran Urban Break & Toy Con Seoul 2026, Korea Selatan.
Angka ini melonjak dibanding keikutsertaan pada 2025 yang mencatatkan transaksi 500 ribu dolar AS., yang menunjukkan tingginya minat calon pembeli dan mitra bisnis di Korea Selatan terhadap produk art toys serta jasa kreatif Indonesia.
"Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/8).
Partisipasi Indonesia dalam pameran ini merupakan hasil sinergi Kemendag melalui Direktorat Jenderal PEN dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan di Republik Korea, bersama kelompok seni Artistry Rights Kollektive dari Indonesia.
Dalam pameran tersebut, Indonesia memamerkan hasil karya dari 21 kreator yang lolos kurasi oleh Kemendag, ITPC Busan, dan Artistry Rights Kollektive.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para kreator yang tampil, yaitu IKY, Rhoald, Abraham Derri, Mirfak, Arief Witjaksana, TOYKKYO, Henky, Beastnolyze, Bea, Skudeye, Royes, ULUM, Arya Mularama, Button Eyes, Edmoon, Kathox, Rozi Permana, Fivust, Mang Moel, Authentic Remixes, dan Ghawean Dhewe.
Pada pameran tersebut, para kreator bertemu langsung dengan sedikitnya 400 calon pembeli potensial. Karya-karya yang ditampilkan meliputi art toys atau mainan desainer (designer toys) dan mainan koleksi (collectible toys) bernilai estetika tinggi, yang diciptakan khusus sebagai koleksi serta memiliki perlindungan kekayaan intelektual.
Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti menegaskan pentingnya promosi yang lebih terarah (targeted) dan berkelanjutan. Selain itu, keikutsertaan Indonesia dalam ajang internasional juga bertujuan untuk mempelajari minat dan pasar dari negara lain.
Partisipasi Indonesia dalam pameran ini juga diharapkan dapat mendongkrak nilai ekspor jasa, mendorong pengembangan dan komersialisasi kekayaan intelektual lokal, serta menciptakan peluang kerja sama jangka panjang bagi industri kreatif nasional.
"Pameran ini menjadi jembatan bagi seniman Indonesia untuk mempelajari preferensi dan pasar Korea Selatan," jelas Husodo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!