Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

LAKON Indonesia Rilis Koleksi HARSA, Rayakan Keindahan Karya Tangan

📅 Senin, 10 Agu 2026, 12:15 WIB | Oleh:
LAKON Indonesia Rilis Koleksi HARSA, Rayakan Keindahan Karya Tangan Doc: Istimewa
Ket. LAKON Indonesia menghadirkan HARSA sebagai penutup festival tahun ini sekaligus babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Koleksi yang digagas pendiri LAKON Indonesia, Thresia Mareta, tersebut memperlihatkan bagaimana karya tangan Indonesia terus berkembang melalui pendekatan desain yang modern dan tetap relevan dengan kehidupan masa kini.

JAKARTA - LAKON Indonesia menghadirkan HARSA sebagai penutup festival tahun ini sekaligus babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Koleksi yang digagas pendiri LAKON Indonesia, Thresia Mareta, tersebut memperlihatkan bagaimana karya tangan Indonesia terus berkembang melalui pendekatan desain yang modern dan tetap relevan dengan kehidupan masa kini.

HARSA melanjutkan rangkaian perjalanan kreatif yang sebelumnya diwujudkan melalui koleksi Urub dan Pasar Malam. Jika Urub menggambarkan semangat yang terus menyala, sementara Pasar Malam mengangkat kehidupan serta pertemuan antarmanusia, HARSA hadir sebagai refleksi untuk menikmati perjalanan, menghargai setiap proses, dan mensyukuri berbagai hal yang lahir dari perjalanan tersebut.

Menurut Thresia, HARSA membawa pesan bahwa kebahagiaan tidak selalu berada pada tujuan akhir sebuah perjalanan. Justru, kebahagiaan dapat ditemukan melalui keberanian untuk terus belajar, menciptakan karya, menghadapi tantangan, dan berkembang dari setiap proses yang dijalani.

“Saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai. Kebahagiaan justru hadir dalam setiap proses yang kami jalani, ketika berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya yang terus berkembang. Perjalanan itu yang membawa kami hingga hari ini,” ujar Thresia dalam acara Re-See Harsa Collection di Teras Lakon, Gading Serpong.

Thresia menjelaskan, HARSA lahir dari rasa syukur terhadap seluruh perjalanan kreatif yang telah dilalui LAKON Indonesia. Baginya, menciptakan karya tangan yang indah bukanlah proses instan karena membutuhkan waktu, kesabaran, ketelitian, serta keterlibatan hati dari setiap orang yang berada di balik pembuatannya.

“Kami ingin merayakan proses. Merayakan sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati karena mengerti tujuannya. Dan ketika semuanya berproses, kebahagiaan menemukan jalannya,” paparnya.

Melalui HARSA, LAKON Indonesia juga memberikan penghormatan kepada para perajin, pembatik, pembordir, penjahit, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penciptaan setiap busana. Peran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan karya tangan Indonesia sekaligus mengembangkan kekayaan teknik tradisional ke dalam bentuk yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera masa kini.

Setiap busana dalam koleksi tersebut merepresentasikan dedikasi, keterampilan, dan kecintaan terhadap karya tangan Indonesia. Melalui pendekatan desain yang lebih modern, LAKON Indonesia berupaya menunjukkan bahwa warisan keterampilan para perajin dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai dan karakter yang melekat di dalamnya.

HARSA sekaligus menjadi gambaran perjalanan LAKON Indonesia dalam menerjemahkan nilai-nilai tradisi ke dalam bahasa desain kontemporer. Koleksi ini tidak hanya menampilkan hasil akhir sebuah karya, tetapi juga mengajak publik untuk melihat proses panjang yang melibatkan banyak tangan, ketekunan, eksperimen, dan perhatian terhadap setiap detail.

Dengan demikian, HARSA menjadi penanda bahwa perjalanan kreatif tidak berhenti ketika sebuah koleksi selesai dipresentasikan. Sebaliknya, setiap karya membuka ruang baru untuk belajar, bereksperimen, dan menciptakan sesuatu yang lebih bermakna bagi perkembangan karya tangan Indonesia di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Infantino Bungkam soal Rencana Penjualan Saham Piala Dunia

44 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Infantino Bungkam soal Renc...

Luka Modric Tetap Bela Kroasia di UEFA Nations League

54 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Luka Modric Tetap Bela Kroa...
Ekonomi
Ingin Jadi Pembudidaya Lobs...
Megapolitan
Iming-Iming Konten TikTok B...
Advertisement
Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.