Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Seorang Pemimpin Geng Duduk di Kursi Terdakwa

📅 Senin, 10 Agu 2026, 14:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sidang Kasus Tupac Shakur Akhirnya Digelar, Seorang Pemimpin Geng Duduk di Kursi Terdakwa Doc: ABC News
Ket. Rapper Tupac Shakur tewas ditembak pada malam tanggal 7 September 1996.

LOS ANGELES - Seorang mantan pemimpin geng akan diadili di Las Vegas, Senin (10/8), atas dugaan pembunuhan rapper Tupac Shakur yang terjadi puluhan tahun lalu, salah satu kasus pembunuhan yang belum terpecahkan dan paling terkenal di Amerika.

Proses hukum yang diperkirakan berlangsung selama sebulan ini kemungkinan besar tidak akan memperjelas siapa yang melepaskan tembakan yang menewaskan legenda hip-hop tersebut pada malam tanggal 7 September 1996 saat ia berada di Las Vegas untuk menonton pertandingan tinju Mike Tyson.

Namun, jaksa penuntut ingin menunjukkan bahwa terdakwa, Duane "Keffe D" Davis, mantan pemimpin South Side Compton Crips, memerintahkan pembunuhan tersebut dan menyediakan senjata yang digunakan untuk membunuh Shakur dalam penembakan dari dalam mobil.

Jika terbukti bersalah, Davis, yang kini berusia 63 tahun, akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. 

Pembunuhan Shakur, yang juga dikenal sebagai 2Pac, adalah salah satu kasus pembunuhan yang paling terkenal di Amerika, memicu perdebatan tanpa henti di kalangan penggemar musik tentang siapa pelakunya dan mengapa.

Rapper tersebut, yang meninggal pada usia 25 tahun, adalah tokoh kunci dalam persaingan hip-hop antara East Coast melawan West Coast.

Dikenal dengan lagu-lagu hits seperti "California Love" dan "All Eyez on Me," Shakur -- putra seorang anggota Black Panther -- dibesarkan di Harlem dan Baltimore, dengan cepat menjadi simbol "bad boy" California ketika ia menandatangani kontrak dengan Death Row Records yang berbasis di Los Angeles.

Persidangan ini akan mengulas kembali perseteruan antara Death Row, yang didirikan oleh Marion "Suge" Knight, dan Bad Boy Records, label East Coast yang didirikan Sean "Diddy" Combs dan dibintangi Christopher "The Notorious BIG" Wallace (yang dibunuh pada Maret 1997).

Jaksa penuntut mengatakan Death Row Records dilindungi oleh Mob Piru, sebuah geng Los Angeles yang merupakan bagian dari aliansi Bloods. Knight berafiliasi dengan kelompok tersebut.

Bad Boy Records telah mempekerjakan kelompok saingan, South Side Compton Crips, yang dipimpin Davis, sebagai pengawal.

Setelah pertandingan Tyson di kasino MGM Grand, Knight dan Shakur memukuli keponakan Davis, anggota Crips Orlando "Baby Lane" Anderson, sebagai pembalasan atas dugaan penyerangan terhadap seorang karyawan Death Row.

Menurut pihak penuntut, Davis berniat membalas dendam.

Malam itu, sebuah Cadillac putih yang membawa Davis, Anderson, dan beberapa orang lainnya berhenti di samping mobil Shakur di Las Vegas. Tembakan dilepaskan dari Cadillac tersebut, dan Shakur terluka parah hingga meninggal.

Memoar yang Memalukan 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan AS Berunding dengan ...

Jadikan Jakarta Simpul Kopi Nusantara

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Jadikan Jakarta Simpul Kopi...

Dinas Kesehatan Tangerang Siaga Penuh

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Dinas Kesehatan Tangerang S...
Megapolitan
Hindari Abu Krakatau, Siswa...
Megapolitan
Cariu Praktikkan Tanam Kede...
Advertisement
1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.