Ringankan Beban Peternak Layer, Bapanas Pastikan Stok SPHP Jagung di Jatim Aman
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
SIDOARJO - Pemerintah memastikan stok jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Timur (Jatim) tersedia dan siap disalurkan kepada peternak mandiri. Langkah ini dilakukan untuk membantu menekan biaya produksi peternak layer di tengah tekanan harga telur ayam ras dan masih tingginya harga pakan.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono mengecek langsung kondisi stok jagung pakan di Gudang Bulog Banjar Kemantren, Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat (5/6). Pengecekan dilakukan untuk memastikan cadangan jagung pemerintah benar-benar tersedia dan dapat segera diakses oleh peternak yang telah terdaftar sebagai penerima program SPHP jagung.
“Hari ini saya sedang di Jawa Timur, persisnya di Gudang Bulog Sidoarjo. Hari ini kita sama-sama mengecek kondisi stok jagung, salah satu cadangan pangan pemerintah yang tentunya digunakan untuk penyaluran kepada para peternak,” kata Maino.
Maino menegaskan pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan SPHP jagung kepada peternak mandiri. Program tersebut telah berjalan sekitar satu bulan dan terus dipastikan agar dapat menjangkau peternak yang membutuhkan, terutama di wilayah sentra peternakan unggas.
“Hari ini, pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan sekitar 213 ribu ton SPHP jagung, dan sudah berjalan sekitar 1 bulan. Tentunya sekali lagi kepada para peternak yang sudah terdaftar di dalam SK Kementerian Pertanian, tidak perlu panik dan tidak perlu khawatir. Stok Bulog hari ini sangat cukup untuk menyalurkan sejumlah 213 ribu ton. Tinggal nanti koordinasi dengan cabang atau Kanwil Bulog masing-masing di tiap tempat untuk berkomunikasi, berkoordinasi untuk pengambilan jagung,” ujar Maino.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Maino, harga jagung pakan pemerintah telah ditetapkan sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah kepada peternak di tengah tekanan harga telur dan kenaikan biaya pakan.
“Pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan pada peternak harganya hanya Rp5.000 di gudang Bulog. Dan tentu nanti koperasi atau asosiasi peternak menyalurkan kepada peternak maksimal Rp5.500. Jadi sekali lagi, ini bantuan pemerintah kepada para peternak untuk di tengah isu harga telur yang sedang jatuh, harga pakan yang naik. Tentunya dengan ada bantuan pakan jagung oleh pemerintah, mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita para peternak untuk menurunkan sedikit biaya produksinya,” jelas Maino.
Berdasarkan laporan Perum Bulog, realisasi penyaluran SPHP jagung secara nasional per 4 Juni 2026 telah mencapai 31.786,06 ton atau 14,91 persen dari pagu 213.200,50 ton. Khusus Jawa Timur, realisasi penyaluran telah mencapai 18.645,75 ton dari pagu 122.533,30 ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, realisasi pengadaan jagung nasional per 5 Juni 2026 pagi telah mencapai 205.689 ton atau 20,57 persen dari target penugasan pengadaan 1 juta ton. Untuk Jawa Timur, realisasi pengadaan jagung telah mencapai 49.894 ton atau 49,89 persen dari target 100 ribu ton.
Di lokasi yang sama, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Sugeng Hardono memastikan kesiapan Bulog dalam mendukung penyaluran SPHP jagung bagi peternak. Bulog Jawa Timur disebut siap melayani kebutuhan peternak, termasuk melakukan pemindahan stok ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami dari Bulog Jawa Timur dan saat ini di Cabang Surabaya, tepatnya di Gudang Banjar Kemantren. Stok juga kami siap. Meskipun di Surabaya, kita bisa bantu untuk peternak-peternak di luar Surabaya yang membutuhkan pelayanan SPHP jagung. Prinsipnya kami siap, pengadaan juga masih mengalir. Pemindahan stok juga kita akan geser untuk ke peternak,” ujar Sugeng.
Perwakilan Kementerian Pertanian M. Imron Fuadi menambahkan, program SPHP jagung diharapkan dapat membantu peternak layer karena biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.
“Dengan adanya SPHP jagung ini, kita berharap bahwa biaya produksi untuk peternak layer (ayam petelur) terutama ya, karena memang lebih dari 70%, nah kurang lebihlah 60-70% itu kan memang biaya produksi untuk layer itu kan memang dari pakan. Sehingga dengan adanya harga jagung yang sesuai dengan harapan ya, Rp5.000 - Rp5.500 ini akan bisa menekan biaya produksi sehingga bisa mendapatkan keuntungan bagi para peternak layer secara maksimal,” ujar Imron.
Kepala Bidang Perbibitan, Pakan dan Produksi Peternakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Ahmad Riza Muzammil turut menyampaikan apresiasi atas penyaluran SPHP jagung tersebut. Menurutnya, Jawa Timur sebagai salah satu sentra utama telur ayam ras nasional membutuhkan dukungan stabilisasi pakan agar keberlangsungan usaha peternak tetap terjaga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!