Stok Digenjot! Bulog Antisipasi Kelangkaan MinyaKita Selama Ramadhan
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Rony Muharrman
JAKARTA – Menjelang dan selama Ramadhan, kebutuhan bahan pokok biasanya ikut meningkat, termasuk minyak goreng.
Karena itu, menjaga dan memperkuat stok MinyaKita jadi langkah penting supaya masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau tanpa harus khawatir kehabisan.
Dengan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar, pasar akan lebih stabil. Warga bisa belanja dengan tenang, pedagang pun tidak perlu cemas soal ketersediaan barang.
Hal ini juga membantu mencegah lonjakan harga yang sering dipicu oleh kekhawatiran atau pembelian berlebihan.
Intinya, memastikan stok MinyaKita tetap aman selama Ramadhan bukan sekadar urusan logistik, tapi bagian dari menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan suasana belanja yang lebih kondusif di bulan penuh berkah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memperkuat stok minyak goreng rakyat merek MinyaKita hingga 100 ribu ton guna menjaga pasokan agar tetap aman selama Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rizal di Jakarta, Sabtu (21/2), mengatakan upaya tersebut dilakukan BUMN pangan itu untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadhan hingga Lebaran.
Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran direksi untuk mempercepat koordinasi dengan produsen minyak goreng agar pasokan domestic market obligation (DMO) kepada Bulog dapat ditingkatkan selama Ramadhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sudah perintahkan tadi ke Direktur Bisnis Bulog Febby Novita untuk segera menghubungi masing-masing produsen minyak untuk mendorong DMO-nya lebih banyak lagi ke Bulog di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran ini," kata Rizal.
Menurutnya kebutuhan MinyaKita selama Ramadhan dan menjelang Lebaran diperkirakan meningkat hingga dua kali lipat bahkan tiga kali lipat dibandingkan kebutuhan pada bulan normal.
Menurut Rizal, peningkatan konsumsi terjadi karena masyarakat yang biasanya jarang memasak turut menyiapkan berbagai hidangan selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Sebelumnya, kata dia, Bulog menerima pasokan sekitar 60 ribu ton per bulan, namun realisasi Februari baru mencapai 45 ribu ton sehingga masih terdapat kekurangan signifikan.
Karena itu, Bulog menargetkan tambahan pasokan agar volume distribusi dapat ditingkatkan hingga 90 ribu ton bahkan maksimal 100 ribu ton selama periode Ramadhan.
"Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90.000 ton lah atau 100.000 ton lah untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri," ucap Rizal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!