Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

35 Anggota Satpol Meninggal Dalam Setahun Kasatpol PP DKI Ungkap Penyebab

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 16:20 WIB | Oleh:
35 Anggota Satpol Meninggal Dalam Setahun Kasatpol PP DKI Ungkap Penyebab Doc: ANTARA/HO-Satpol PP DKI Jakarta
Ket. Satuan Polisi Pamong Prada (Satpol PP) DKI Jakarta melakukan apel kegiatan pengawasan dan penertiban.

JAKARTA -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengungkapkan sebanyak 35 anggotanya meninggal dalam kurun hampir satu tahun terakhir.

Menurut dia, tingginya angka tersebut disebabkan beratnya beban kerja di lapangan serta minimnya sarana dan prasarana pendukung bagi personel.

“Saya menjadi Kasat Pol PP hampir setahun. Jadi, sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal. Bukan karena kasatnya, tapi karena memang kondisionalnya, yang beban kerja dan sarana prasarananya yang luar biasa,” ucap Satriadi di Jakarta, Kamis.

Dalam rapat bersama Komisi A DPRD di Gedung DPRD DKI Jakarta, dia juga memaparkan jumlah personel Satpol PP di tingkat kelurahan masih sangat terbatas, yakni sekitar tujuh hingga 10 orang.

Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan tugas yang harus dijalankan, mulai dari pengawasan hingga penertiban wilayah. Akibatnya, banyak anggota harus bekerja dalam durasi yang sangat panjang, bahkan hingga 36 jam.

Selain itu, Satriadi juga menyampaikan kepada para legislator terkait fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat, yang masih minim.

Padahal, kata dia, anggota Satpol PP harus berjaga selama 24 jam di kantor kelurahan.

Oleh sebab itu, saat ini banyak anggota Satpol PP yang terpaksa beristirahat di mushalla atau lorong kantor karena tidak tersedia ruang istirahat yang memadai.

Kondisi itu pula yang dinilai berdampak terhadap kesehatan dan stamina petugas.

Akibat kelelahan, sambung dia, banyak anggota yang akhirnya mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masing-masing personel.

“Bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan tinggi-tinggi semua. Makanya, kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa,” ungkap Satriadi.

Dalam kesempatan itu, dia pun berharap agar DPRD DKI Jakarta, khususnya Komisi A, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana serta pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi bagi anggota Satpol PP.

“Kami berharap ada dukungan untuk fasilitas, terutama tempat istirahat, agar anggota bisa menjaga kesehatan dan bekerja lebih optimal,” tutur Satriadi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

39 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.