Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

300 Pelaku Industri Gym Jakarta Disasar BPJS Ketenagakerjaan, Beri Perlindungan Risiko Kerja

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 20:45 WIB | Oleh:
300 Pelaku Industri Gym Jakarta Disasar BPJS Ketenagakerjaan, Beri Perlindungan Risiko Kerja Doc: Istimewa
Ket. Industri kebugaran di DKI Jakarta mulai disorot dari sisi perlindungan tenaga kerjanya. BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi jaminan sosial kepada sekitar 300 peserta dalam agenda Pengukuhan Kepengurusan PMKI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2030.

JAKARTA - Industri kebugaran di DKI Jakarta mulai disorot dari sisi perlindungan tenaga kerjanya. BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi jaminan sosial kepada sekitar 300 peserta dalam agenda Pengukuhan Kepengurusan PMKI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2026-2030.

Peserta kegiatan terdiri atas pengurus PMKI, pelaku usaha gym, instruktur, personal trainer, hingga praktisi olahraga dari berbagai wilayah Jakarta. Momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi perlindungan sosial di sektor yang selama ini kerap dipandang sebagai profesi informal.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun, Ferry Yuniawan, menegaskan sektor kebugaran memiliki risiko kerja yang tidak bisa dianggap remeh. Aktivitas fisik tinggi membuat potensi kecelakaan kerja dan risiko sosial lainnya tetap ada.

"Pekerja kebugaran seperti instruktur, personal trainer, hingga tenaga pendukung memiliki risiko kerja yang nyata. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan menyeluruh agar para pekerja dapat bekerja dengan aman, tenang, dan produktif," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, perlindungan yang tersedia mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program tersebut dapat diakses pekerja formal maupun informal.

Menurut Ferry, masih ada persepsi bahwa pekerja kebugaran belum membutuhkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Padahal, risiko kerja bisa terjadi kapan saja tanpa melihat jenis profesi.

"Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengedukasi bahwa perlindungan jaminan sosial bukan hanya untuk pekerja kantoran atau industri besar, tetapi juga sangat penting bagi pekerja kebugaran yang aktivitas kerjanya menuntut fisik," katanya.

BPJS Ketenagakerjaan berharap kepengurusan baru PMKI DKI Jakarta dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas kepesertaan di industri kebugaran. Organisasi profesi dinilai memiliki peran penting sebagai agen literasi di tingkat komunitas.

*Kami berharap PMKI dapat berperan sebagai agen sosialisasi, sehingga semakin banyak pelaku usaha dan pekerja kebugaran yang terdaftar dan terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," ujar Ferry.

Melalui kolaborasi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan peningkatan perlindungan bagi pekerja sektor informal dan nonformal di Jakarta. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan secara inklusif dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Folarin Balogun
Megapolitan
Parade Mobil Hias Bunga War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.