Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla, BTN Bunaken Tutup Pendakian Gunung Manado Tua

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Karhutla, BTN Bunaken Tutup Pendakian Gunung Manado Tua Doc: ANTARA
Ket. Kapal sandar di Teluk Manado dengan latar belakang Gunung Manado Tua.

MANADO – Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken, Kota Manado, Sulawesi Utara, menutup sementara waktu jalur pendakian Gunung Manado Tua mulai 14 Agustus 2026, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan tersebut saat musim kemarau ini.

"Kegiatan pendakian Gunung Manado Tua ditutup sementara terhitung mulai 14 Agustus 2026 sampai dengan dinyatakan aman dan dibuka kembali oleh BTN Bunaken," kata Kepala BTN Bunaken, I Ketut Catur Marbawa, di Manado, Jumat (14/8).

Ia mengatakan Catur penutupan sementara berlaku bagi seluruh kegiatan pendakian dan kunjungan wisata pada jalur pendakian Gunung Manado Tua.

Selama masa penutupan, pengunjung tidak diperkenankan melakukan pendakian maupun memasuki jalur pendakian Gunung Manado Tua untuk kegiatan wisata.

Penutupan sementara, kata dia, sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi kering serta meningkatnya risiko kebakaran, sekaligus menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian kawasan.

"Pembukaan kembali jalur pendakian akan dilakukan setelah BTN Balai Taman Bunaken melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan dan dinyatakan aman untuk kegiatan pendakian," ujarnya.

Informasi mengenai pembukaan kembali kegiatan pendakian akan disampaikan melalui kanal informasi resmi BTN Bunaken.

Catur berharap, seluruh pengunjung dan pihak terkait mematuhi ketentuan penutupan sementara ini serta turut menjaga keamanan dan kelestarian kawasan selama masa penutupan.

"Kami mengharapkan pengertian, kepatuhan, dan kerja sama seluruh pengunjung dalam mendukung keselamatan bersama serta menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken," kata dia.

Ia menjelaskan penerbitan pengumuman jalur pendakian Gunung Manado Tua berdasarkan informasi perkembangan kondisi iklim terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena EI Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan risiko karhutla.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.