Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi

📅 Selasa, 26 Mei 2026, 15:12 WIB | Oleh:
Jepang Gelontorkan US$3 Miliar dari Dana Cadangan untuk Subsidi Tagihan Energi Doc: AFP/STR/Jiji
Ket. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menjawab pertanyaan dari wartawan di Kantor Perdana Menteri di Tokyo pada 25 Mei 2026.

TOKYO – Pemerintah Jepang menyetujui pengeluaran sebesar 513,5 miliar yen (US$3 miliar) untuk membantu rumah tangga membayar tagihan listrik dan gas mereka karena biaya utilitas meningkat akibat perang di Timur Tengah.

Seperti banyak negara ekonomi Asia lainnya, Jepang sangat bergantung pada impor bahan bakar dari Timur Tengah, dan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi dampak blokade Selat Hormuz terhadap pasokan dan harga.

Keputusan untuk membantu menanggung tagihan selama tiga bulan mulai Juli ini diambil sehari setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan rencana menyusun anggaran tambahan sebesar US$19 miliar untuk membantu mengatasi kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari.

"Kami menyetujui pengeluaran sebesar 513,5 miliar yen dalam rapat Kabinet hari ini" untuk mendukung tagihan listrik dan gas antara Juli dan September, kata Masanao Ozaki, wakil kepala sekretaris kabinet, kepada wartawan pada hari Selasa (26/5).

Subsidi tersebut berasal dari dana cadangan yang tercantum dalam anggaran tahun fiskal berjalan.

Ozaki mengatakan tagihan listrik dan gas kemungkinan tidak akan naik secara signifikan bulan ini atau bulan depan, tetapi kenaikan harga impor bahan bakar akan menjadi faktor setelah itu.

"Meskipun situasi di Timur Tengah masih belum pasti, kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap kehidupan sehari-hari atau aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Pada hari Senin, Takaichi mengatakan pemerintah memperkirakan dapat mengamankan pasokan minyak yang stabil hingga musim semi mendatang.

Jepang telah menerapkan subsidi untuk tagihan listrik dan gas secara berkala dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama bulan-bulan musim panas dan musim dingin ketika permintaan akan pendinginan dan pemanasan meningkat, dengan subsidi terbaru ditawarkan dari Januari hingga Maret.

Program ini pertama kali diperkenalkan pada Januari 2023 sebagai respons terhadap kenaikan harga yang disebabkan oleh invasi Russia ke Ukraina dan sejak itu telah menggunakan dana total 5,6 triliun yen, termasuk dana terbaru yang disetujui pada hari Selasa.

Untuk mengimbangi kerugian lebih dari 500 miliar yen dan mengembalikan dana cadangan, yang biasanya disisihkan untuk bencana alam dan keadaan darurat lainnya, menjadi 1 triliun yen, pemerintah Jepang berencana mengajukan rancangan anggaran tambahan senilai lebih dari 3 triliun yen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.