Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

250 ASN Pemprov Jatim Terima Satyalancana Karya Satya, Khofifah: Semoga Pengabdian Dibalas Surga

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:16 WIB | Oleh:
250 ASN Pemprov Jatim Terima Satyalancana Karya Satya, Khofifah:  Semoga Pengabdian Dibalas Surga Doc: Istimewa
Ket. Penganugerahan dilakukan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari total penerima, 50 ASN mendapatkan penghargaan atas masa pengabdian 30 tahun, 22 ASN untuk pengabdian 20 tahun, dan 178 ASN dengan masa pengabdian 10 tahun.

SURABAYA – Sebanyak 250 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut disematkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (14/8/2026).

Penganugerahan dilakukan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari total penerima, 50 ASN mendapatkan penghargaan atas masa pengabdian 30 tahun, 22 ASN untuk pengabdian 20 tahun, dan 178 ASN dengan masa pengabdian 10 tahun.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap dedikasi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Panjenengan itu mendapatkan SK dari Presiden bahwa panjenengan punya dedikasi dan pengabdian untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Khofifah.

Ia berharap penghargaan itu tidak hanya menjadi apresiasi atas masa kerja, tetapi juga bernilai sebagai amal bagi para penerimanya.

“Mudah-mudahan jadi amal jariyah panjenengan semua, mempermudah langkah kita menuju surga-Nya Allah,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni menjelaskan Satyalancana Karya Satya diberikan kepada PNS yang memenuhi masa pengabdian 10, 20, atau 30 tahun.

Dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim menyiapkan 950 penghargaan. Penyerahan dilakukan dalam beberapa sesi pada 14 dan 18 Agustus 2026.

“Pada sesi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, kita akan membagikan sebanyak 950 penghargaan,” kata Yuyun.

Menurut Yuyun, pengajuan penerima dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). OPD mengusulkan ASN berdasarkan data masa pengabdian dan persyaratan yang telah dipenuhi.

“Pengajuan memang dari internal OPD-nya masing-masing. Karena pihak OPD yang tahu persis berapa lama masa pengabdian ASN tersebut, apakah sudah 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun,” jelasnya.

Jawa Timur, lanjut Yuyun, menjadi daerah dengan jumlah penerima Satyalancana terbanyak. Dalam setahun, sekitar 2.500 hingga 3.000 penghargaan diterima ASN di Jatim. Penyerahannya dilakukan secara berkala pada sejumlah momentum, termasuk Hari Pendidikan, HUT Kemerdekaan RI, dan Hari Jadi Pemprov Jatim.

Jumlah tersebut salah satunya didukung sistem pengusulan yang terintegrasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

“Kebetulan Jawa Timur ini penerima terbanyak karena kita memiliki aplikasi khusus yang terintegrasi langsung dengan Setneg dalam pengurusan Satyalancana,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Wisata
Taiwan Bidik Wisatawan Indo...
Daerah
Cegah Karhutla, BTN Bunaken...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.