Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Cuma Jadi Produk Lokal! UMKM Pangan Didorong Masuk SAPA UMKM

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 20:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Cuma Jadi Produk Lokal! UMKM Pangan Didorong Masuk SAPA UMKM Doc: Koran Jakarta/ M Ismail
Ket. Ilustasi - Diah, pelaku UMKM kuliner khas Betawi, Ben Tjok Pulo, menata produk saat Bazar di kantor Walikota Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak UMKM pangan lokal memanfaatkan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM) yang digagas Kementerian UMKM guna mengakses berbagai layanan dan program pemerintah.

Sistem ini membuka akses UMKM pangan lokal terhadap berbagai program pemerintah dalam satu layanan.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal mengatakan UMKM pangan lokal punya peran penting dalam mengembangkan potensi pangan di daerah.

Untuk itu, pelaku usaha perlu terus meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan berbagai dukungan yang tersedia, termasuk dengan bergabung di SAPA UMKM.

“Bapanas terus mendorong UMKM pangan lokal untuk berkembang dan naik kelas. UMKM punya peran penting dalam mengembangkan pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak pelaku UMKM pangan untuk bergabung dan memanfaatkan aplikasi SAPA UMKM,” ujar Rinna dalam Rapat Koordinasi Sinergi Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan UMKM melalui SAPA UMKM di Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Rinna, SAPA UMKM memudahkan pelaku usaha pangan lokal mendapatkan informasi dan mengakses berbagai dukungan pemerintah sesuai kebutuhan usahanya.

Dengan sistem yang terintegrasi, UMKM bisa lebih mudah menemukan program pemberdayaan yang tepat.

"Kami ingin UMKM pangan lokal tidak berjalan sendiri. Ketika ada sistem yang menghubungkan berbagai layanan pemerintah, pelaku usaha bisa lebih mudah mencari informasi dan menentukan dukungan apa yang memang mereka butuhkan. Jadi kami mengajak UMKM pangan lokal untuk memanfaatkan ruang ini dan mengikuti prosesnya secara bertahap,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan integrasi ini dilakukan agar layanan dari berbagai kementerian dan lembaga dapat diakses melalui satu sistem.

"Sistem SAPA UMKM yang sudah kita bangun, di mana sistem ini nanti akan menjadi satu sistem untuk memberikan pelayanan yang terpadu kepada seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah yang ada di tanah air kita,” ujar Maman.

Maman mengatakan integrasi tersebut juga dilakukan untuk mempercepat pelayanan kepada UMKM. Berbagai sistem yang telah dimiliki kementerian dan lembaga tidak dihilangkan, melainkan dihubungkan agar pelaku usaha dapat mengakses lebih banyak layanan melalui satu pintu.

"Jadi pada saat mereka sudah masuk ke dalam SAPA UMKM mereka gak perlu lagi tuh login lagi di sistemnya Kementerian Perdagangan jadi mereka masuk ke dalam sapa UMKM otomatis mereka sudah bisa langsung akses ke semua fasilitas yang ada di masing-masing kementrian,” tandasnya.

Pengembangan Bertahap

Pengembangan SAPA UMKM dilakukan secara bertahap dengan menghubungkan sejumlah layanan yang dibutuhkan pelaku usaha, termasuk legalitas dan sertifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai produk Apple bukan utk diperbaiki, rusak ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Wisata
Taiwan Bidik Wisatawan Indo...
Daerah
Cegah Karhutla, BTN Bunaken...
Daerah
Respons Cepat Pemkot Denpas...
Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

Presiden: Defisit RAPBN 2027 Ditargetkan 2,40 Persen, Turun Dari 2026

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.