Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG NTB Prakirakan Kekeringan Ekstrem di Bima Masih Berlanjut hingga Beberapa Pekan ke Depan

2 Jumat, 14 Agu 2026, 20:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG NTB Prakirakan Kekeringan Ekstrem di Bima Masih Berlanjut hingga Beberapa Pekan ke Depan BMKG NTB Prakirakan Kekeringan Ekstrem di Bima Masih Berlanjut hingga Beberapa Pekan ke Depan Doc: ANTARA
Ket. Warga melintasi area persawahan yang mengalami kekeringan pada musim kemarau di Aceh Besar, Aceh, Rabu (5/8/2026). 

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hari tanpa hujan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mencapai 84 hari atau hampir tiga bulan yang membuat daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem.

"Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima menempati daerah paling lama tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, dalam pernyataan di Mataram, Jumat (14/8).

BMKG menetapkan peringatan dini kekeringan meteorologis level awas pada Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima.

Sejumlah wilayah lain di Bima juga masuk level siaga, yakni Kecamatan Donggo, Lambitu, Lambu, Madapangga, Palibelo, Soromandi, dan Wawo.

Status kekeringan meteorologis level awas juga disematkan kepada Kecamatan Labuhan Haji dan Suela di Kabupaten Lombok Timur; Kecamatan Jereweh di Kabupaten Sumbawa Barat; Kecamatan Labuhan Badas, Moyo Utara, Sumbawa, Unter Iwes, dan Lape di Kabupaten Sumbawa.

Kemudian Kecamatan Kilo dan Pajo di Kabupaten Dompu; serta Kecamatan Raba di Kota Bima juga berstatus awas kekeringan meteorologis.

Pada dasarian I Agustus 2026, curah hujan di Nusa Tenggara Barat secara umum didominasi kategori rendah dengan kisaran 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kokok Putih, Sembalun, sebesar 47 milimeter per dasarian.

BMKG memperkirakan kondisi kering masih terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan seiring dengan masuknya puncak musim kemarau dan pengaruh El Nino.

Pada dasarian II Agustus atau periode 11 hingga 20 Agustus 2026, potensi hujan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat sangat kecil dengan peluang kurang dari 10 persen.

Fenomena El Nino saat ni berada pada kategori sangat kuat dengan indeks Nino3.4 sebesar +2,45 derajat Celcius. Fenomena tersebut turut memperkuat kondisi musim kemarau di wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Suci mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat periode tanpa hujan yang semakin panjang.

Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

32 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.