Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Banjir di Sekitar IKN, Ini Langkah yang Dilakukan Otorita IKN

📅 Senin, 12 Jan 2026, 08:17 WIB | Oleh:
Kendalikan Banjir di Sekitar IKN, Ini Langkah yang Dilakukan Otorita IKN Doc: antara foot
Ket. Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin di Penajam Paser Utara, Senin (12/1).

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengambil sejumlah langkah untuk penanganan dan pengendalian banjir di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

"Penanganan banjir fokus dilakukan pada tahun ini," ujar Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin di Penajam Paser Utara, Senin (12/1).

Ia mengatakan pemerintah pusat melanjutkan tahap dua penanganan dan pengendalian banjir dengan sejumlah program yang disusun.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur, dan Otorita IKN, menyiapkan sinkronisasi program, termasuk normalisasi sungai dan penyusunan rencana induk (master plan) penanganan dan pengendalian banjir wilayah IKN.

Penanganan dan pengendalian banjir dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah setempat, termasuk Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sejumlah proyek pengendali banjir dikerjakan, termasuk penyelesaian infrastruktur, seperti bendungan dan drainase untuk mengendalikan debit air.

Kemudian, juga dilakukan normalisasi dan revitalisasi sungai dengan membersihkan, serta memperlebar sungai untuk meningkatkan kapasitas aliran dan mengurangi risiko luapan.

"Perbaikan infrastruktur pendukung, seperti jembatan dan embung di beberapa wilayah juga dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi," katanya.

Edukasi kepada masyarakat melalui kampanye pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, dan kesadaran tentang dampak aktivitas manusia terhadap banjir terus dilakukan Otorita IKN.

Kondisi banjir di sejumlah seperti di Kecamatan Sepaku yang masuk kawasan IKN, selama ini menjadi langganan genangan atau banjir.

"Genangan atau banjir tersebut dipicu beberapa faktor, antara lain curah hujan tinggi, pasang air, serta pendangkalan atau sedimentasi sungai," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.