Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dekranasda Bali Cari Solusi untuk Regenerasi Perajin Endek yang Kian Sedikit

📅 Sabtu, 03 Okt 2026, 05:40 WIB | Oleh:
Dekranasda Bali Cari Solusi untuk Regenerasi Perajin Endek yang Kian Sedikit Doc: antara foto
Ket. Penyelenggaraan "Journey of Wastra" oleh Discovery Kartika Plaza bertepatan Hari Batik Nasional.

BADUNG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali mencari solusi strategis untuk mengatasi fenomena tingginya minat masyarakat terhadap kain tenun yang tidak sebanding dengan jumlah perajin yang semakin menipis.

"Orang mengelu-elukan endek (tenun Bali), tetapi para penenun sampai menyarankan saya untuk buat sekolah tenun, saking tidak maunya anak-anak muda menenun," kata Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster di Kabupaten Badung, Jumat (2/10). 

Sebagai upaya penyelesaian, pihaknya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem kerajinan dari hulu ke hilir agar warisan leluhur tetap lestari.

"Jadi, ketika di hilirnya terangkat, di hulu dan di tengahnya harus dijaga, jangan sampai keluar dari koridor sehingga kita bisa kehilangan warisan leluhur kita," ucapnya.

Tantangan semakin berat karena Bali kini menghadapi ancaman hilangnya tenaga kerja lokal akibat banyak pemesan yang mengalihkan produksi kain ke luar daerah.

Dekranasda bersama Pemprov Bali mengetahui bahwa banyak pedagang endek di Bali sudah hampir 25 tahun memesan karyanya di Troso, Jawa Tengah, sehingga proses pembuatan sudah diambil alih mereka.

Putri Koster menyampaikan dampak dari fenomena tersebut membuat anak-anak muda di tingkat akar rumput tidak mau meneruskan profesi orang tua mereka karena melihat realitas kehidupan perajin yang kurang sejahtera.

"Seandainya mereka itu melihat orang tuanya menenun tetapi lalu orang tuanya dapat menyekolahkan dan memberikan kehidupan yang bagus dari menenun, mereka pasti akan melanjutkan," tuturnya.

Menurutnya, untuk merespons berbagai kendala tersebut, pengawasan ketat serta penegakan regulasi hukum dan hak cipta sangat diperlukan guna melindungi karya asli perajin.

"Kalau memang harus kena hukuman, harus kena sanksi ya sanksi bila ada melanggar hak kekayaan, hak cipta," katanya.

Selain itu, solusi konkret lainnya yang ditawarkan adalah membuka wadah khusus bagi para penenun agar mereka dapat kembali berkarya dan memasarkan produk dengan tenang.

“Saya bukakan wadah untuk mereka bisa menjual kainnya, lalu mereka menenun kembali, dan di sinilah kehadiran pemerintah memberikan wadah serta mencerdaskan mereka," ujar Putri.

Untuk menjamin keberlanjutan ekonomi secara makro dan mengatasi masalah pemasaran, ia juga mengusulkan gagasan agar Bali dikembangkan menjadi pusat distribusi nasional.

Pasangan orang nomor satu di Pemprov Bali itu melihat Bali potensial menjadi hub utama untuk penjualan kain atau karya kerajinan nasional dari seluruh daerah, sebab Bali memiliki pasar wisatawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.