Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Itu Superflu? Ancaman Baru Kesehatan Global yang Perlu Diketahui

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 22:12 WIB | Oleh:

Tren serupa juga teramati di Jepang, meski saat ini tingkat infeksi H3N2 di sana mulai stabil dan diprediksi akan menurun.

Meskipun kedatangan virus yang lebih awal sering kali dikaitkan dengan peningkatan daya tular, hal tersebut tidak selalu mencerminkan tingkat keparahan musim flu secara keseluruhan. Seperti di Inggris, meski fasilitas kesehatan sempat tertekan, data terbaru menunjukkan adanya penurunan angka positif.

Namun, Dr. Alex Allen dari UKHSA memperingatkan bahwa sifat virus flu sangat sulit diprediksi dan berisiko mengalami lonjakan gelombang kedua setelah periode liburan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran kembali di awal tahun.

Gejala Superflu

Secara klinis, gejala superflu atau influenza A varian H3N2 subklade K ini identik dengan flu pada umumnya, meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, pilek, hingga tubuh terasa lemas.

Namun, perlu diketahui bahwa dokter tidak dapat membedakan varian ini hanya melalui pemeriksaan fisik biasa karena kemiripan gejalanya.

Meskipun influenza dapat dideteksi melalui rapid test atau swab, identifikasi spesifik untuk varian superflu ini memerlukan metode genome sequencing di laboratorium tingkat lanjut.

Selain itu, infeksi ini juga berpotensi menimbulkan keparahan serius pada kelompok rentan, yaitu:

  • Anak balita dan lansia
  • Penderita penyakit kronis (komorbid), seperti penyakit jantung bawaan atau gangguan kardiovaskular
  • Pasien kanker atau mereka yang mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan)

Di samping hal tersebut, penularan virus ini juga meningkat di lingkungan yang padat penduduk serta pada individu dengan kebersihan diri yang buruk. Kemudian, mereka yang memiliki sistem imun lemah pun sangat rentan terinfeksi.

Karenanya, langkah pencegahan menjadi prioritas utama untuk meminimalkan risiko penyebaran yang lebih luas di masyarakat.

Dr. Nastiti juga menekankan bahwa imunisasi tahunan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan.

Selain itu, masyarakat perlu mengutamakan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat sedang flu atau batuk, dan pola makan yang teratur. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.