Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Itu Superflu? Ancaman Baru Kesehatan Global yang Perlu Diketahui

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 22:12 WIB | Oleh:
Apa Itu Superflu? Ancaman Baru Kesehatan Global yang Perlu Diketahui Doc: AFP

JAKARTA - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus influenza kembali menjadi perhatian. Salah satu varian yang saat ini perlu diwaspadai adalah influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai “superflu”.

Istilah ini muncul karena kemampuannya menular dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang bersuhu dingin.

Diketahui infeksi ini menyebar melalui percikan ludah (droplet) atau kontak langsung dengan cairan pernapasan, dengan tingkat keparahan gejala mulai dari ringan hingga fatal.

“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah ‘superflu’ ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya, diperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih tapi belum ada penelitiannya,” ujar Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) saat diskusi “Mengenali dan Mewaspadai Superflu” secara daring di Jakarta.

Apa Itu Superflu?

“Superflu” merujuk pada varian baru subclade K dari virus influenza musiman A (H3N2) yang telah ada selama puluhan tahun.

Varian yang pertama kali diidentifikasi pada Juni ini, menarik perhatian para ilmuwan karena penyebarannya yang sangat pesat di belahan bumi selatan dan utara.

Berdasarkan hasil genome sequencing, tercatat sekitar 200 kasus yang memicu lonjakan infeksi selama musim dingin (Oktober hingga awal tahun).

Menurut dr. Nastiti, varian H3N2 ini memiliki tingkat evolusi yang tinggi, sangat mudah bermutasi, dan cepat menular.

Karakteristik tersebut berpotensi memicu epidemi massal yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan akibat lonjakan jumlah pasien rawat inap serta tingginya kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan, terutama di negara dengan musim dingin yang ekstrem.

Namun, menurut Profesor Nicola Lewis dari Pusat Influenza Dunia menekankan bahwa meskipun klade genetik H3 ini tergolong unik, evolusi virus flu adalah fenomena yang konsisten terjadi.

Saat ini, melalui Sistem Pengawasan dan Respons Influenza Global (GISRS) WHO, para ilmuwan juga terus memantau pergerakan virus tersebut.

Awal Penyebaran Superflu

Melansir laman Gavi.org, di Eropa, subklade K ini pertama kali ditemukan di Norwegia dan Inggris, di mana influenza datang 4–5 minggu lebih awal dari jadwal biasanya, sebuah fenomena yang jarang terjadi sejak pandemi COVID-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

Presiden Prabowo Tinjau Pelaksanaan Sekolah Rakyat di Bali

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.