Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Lampung: Kemunculan Awan Lenticularis Bukan Tanda Hujan Badai

📅 Senin, 22 Des 2025, 17:12 WIB | Oleh:
BMKG Lampung: Kemunculan Awan Lenticularis Bukan Tanda Hujan Badai Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Ket. Ilustrasi- Situasi Kota Bandarlampung saat hendak terjadi hujan.

BANDARLAMPUNG - Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan kemunculan awan Lenticularis di wilayahnya bukan merupakan awan badai dan tidak berkaitan langsung dengan kejadian hujan lebat.

"Fenomena awan Lenticularis biasa terjadi seperti awan Cumulonimbus. Namun secara meteorologis, awan Lenticularis bukan merupakan awan badai dan tidak berkaitan langsung dengan kejadian hujan lebat atau petir," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto saat dihubungi di Bandarlampung, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, fenomena awan Lenticularis merupakan jenis awan berbentuk lensa atau menyerupai piring yang terbentuk akibat dinamika angin di atmosfer, khususnya ketika aliran udara kuat melalui wilayah pegunungan atau berbukit.

"Awan ini tampak seolah-olah diam di satu tempat, meskipun pada lapisan atmosfer tempat awan tersebut berada terjadi hembusan angin yang cukup kencang. Pembentukan awan Lenticularis disebabkan oleh kombinasi angin kencang di lapisan menengah hingga lapisan atas atmosfer, adanya topografi pegunungan, serta terbentuknya gelombang orografis," katanya.

Kemudian ketika udara lembap dipaksa naik mengikuti gelombang tersebut, suhu udara menurun sehingga uap air mengembun dan membentuk awan pada puncak gelombang. Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga awan terlihat stasioner meskipun aliran udara di sekitarnya bergerak cepat.

"Fenomena ini tidak memiliki periode kemunculan yang tetap dan dapat terjadi kapan saja, terutama saat terjadi penguatan angin di lapisan atas atmosfer," ucap dia.

Dia mengatakan, di Indonesia, awan Lenticularis lebih sering muncul pada masa peralihan musim atau saat dinamika atmosfer sedang aktif, serta umumnya teramati di sekitar wilayah pegunungan atau perbukitan.

"Untuk lama kemunculan awan ini bervariasi, mulai dari beberapa puluh menit hingga beberapa jam. Dari sisi dampak, awan Lenticularis ini tidak menimbulkan hujan, badai, maupun kerusakan langsung di permukaan," tambahnya.

Menurut dia, meski begitu keberadaannya dapat menjadi indikasi adanya angin kencang dan turbulensi di lapisan atas atmosfer, yang di permukaan dapat dirasakan sebagai hembusan angin yang lebih kuat atau tidak stabil, khususnya di daerah pegunungan.

"Oleh karena itu, fenomena ini lebih berperan sebagai penanda kondisi atmosfer yang dinamis, bukan sebagai kejadian bencana.Terkait dampak terhadap permukiman, tidak terdapat rumah yang terdampak secara langsung akibat kemunculan awan Lenticularis, karena awan ini tidak menyebabkan kerusakan fisik seperti banjir, longsor, atau angin puting beliung," ujar dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, terutama dengan mengamankan bangunan ringan dan membatasi aktivitas luar ruang yang berisiko.

"Masyarakat juga disarankan untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai langkah antisipasi," tambahnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.