Pemprov Tingkatkan Antisipasi Bencana Utamanya Banjir dan Pohon Tumbang
📅 Minggu, 14 Des 2025, 18:28 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Persiapan sumber daya dan mitigasi dampak bencana terus ditingkatan Pemprov Jakarta dengan meningkatkan antisipasi banjir dan pohon tumbang. "Puting beliung, rob, hujan, banjir, pohon tumbang tertangani dengan baik," kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Epicentrum Boulevard, Jakarta Selatan, Minggu.
Pramono minta masyarakat jangan hanya fokus pada cuaca ekstrem, namun semua harus bekerja sama untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Karena itu, dia juga selalu memberikan pengumuman jika diprediksi ada bencana.
Seperti penanganan rob, di mana 15 hari sebelumnya sudah diumumkan prediksi dan antisipasinya. "Ini termasuk puting beliung yang terjadi di Ancol. Sebelumnya, kami sudah umumkan juga," katanya. Diharapkan masyarakat turut aktif mencari informasi cuaca maupun bencana untuk bisa mengantisipasi dan mempersiapkan diri.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah pesisir Jakarta utara dilaporkan kembali mengalami banjir rob. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat puluhan RT di Jakarta Utara tergenang air laut akibat rob, terutama pada awal Desember 2025.
Air rob sempat masuk ke sejumlah ruas jalan dan permukiman dengan ketinggian bervariasi, namun sebagian besar genangan surut setelah beberapa jam. Selain rob, angin puting beliung sempat melanda kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (12/12) yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan atap tenda roboh di area wisata tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dampaknya sempat menghambat akses jalan dan memerlukan penanganan cepat oleh petugas. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Normalisasi Kali Krukut
Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta memprakirakan normalisasi Kali Krukut, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menelan biaya sekitar Rp344 miliar untuk pembebasan lahan.
"Tanah yang dibebaskan mencapai 1,67 hektare meliputi 75 bidang tanah dengan estimasi biaya kurang lebih Rp344 miliar untuk pembebasan tanahnya. Karena memang lokasi tanah di sana sangat mahal," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu disampaikan dalam siniar "Upaya Mitigasi Supaya Curah Hujan Tinggi Teratasi" yang dipantau di Jakarta, Minggu. Kali Krukut merupakan salah satu saluran utama di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) yang memiliki fungsi penting dalam mengalirkan air hujan dari kawasan tengah kota menuju hilir.
Namun, di beberapa titik terutama di sekitar Kelurahan Petogogan, kondisi aliran Kali Krukut mengalami penyempitan sehingga menimbulkan banjir di Jaksel, terutama di kawasan Kemang dan sekitarnya.Selain itu, banyak bangunan berdiri di atas badan sungai sehingga menghambat aliran air saat hujan deras.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!