Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Krisis Berkepanjangan, Pemkab Bekasi Salurkan 3,6 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 00:23 WIB | Oleh:
Cegah Krisis Berkepanjangan, Pemkab Bekasi Salurkan 3,6 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan Doc: Antara foto
Ket. Distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Medalkrisna Kecamatan Bojongmangu, Selasa (4/8).

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat telah menyalurkan sedikitnya 3,6 juta liter air kepada warga terdampak kekeringan sejak distribusi perdana pada Selasa (9/6) sebagai upaya mencegah krisis air bersih sepanjang musim kemarau tahun ini.

"Bantuan masih terus dilakukan sebagai solusi jangka pendek mencegah krisis air bersih sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan terpenuhi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang, Selasa.

Dia menjelaskan alur distribusi bantuan air bersih melalui skema kolaborasi lintas sektor terkait. Perumda Tirta Bhagasasi bertugas menyediakan pasokan air sementara pemerintah daerah menyiagakan sekaligus mengarahkan mobilisasi armada truk tangki ke titik-titik terdampak kekeringan.

Pemerintah daerah juga menerima bantuan air bersih dari sejumlah perusahaan, organisasi sosial kemanusiaan, relawan hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane maupun Citarum yang langsung disalurkan kepada warga berdasarkan hasil pemetaan wilayah terdampak kekeringan.

Mengacu data terkini BPBD Kabupaten Bekasi, terdapat 124 titik potensi krisis air bersih yang tersebar di 25 desa pada sembilan kecamatan. Sebanyak 19 desa berada di wilayah selatan dan enam desa lain bagian utara.

Wilayah paling terdampak kekeringan tercatat di Kecamatan Bojongmangu dengan 39 titik yang tersebar di enam desa. Kemudian 36 titik di lima desa se-Kecamatan Cibarusah serta 21 titik di enam desa se-Kecamatan Serang Baru.

"Total warga terdampak berjumlah 14.801 kepala keluarga atau sekitar 45.816 jiwa. Bencana kekeringan juga berdampak terhadap 3.002 hektare lahan pertanian yang ada di 52 desa di 15 kecamatan," ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin meminta seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, dunia usaha serta unsur kebencanaan untuk bergerak cepat menangani warga terdampak kekeringan guna memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih.

Dirinya juga meminta penguatan klaster logistik kebencanaan yang telah dibentuk pemerintah daerah berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor HK.02.02/KEP.656-BPBD/2023 sebagai garda terdepan kondisi siaga darurat.

Klaster tersebut bertugas memastikan seluruh proses penanganan berjalan efektif mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan logistik, penyimpanan, distribusi bantuan hingga pengawasan penyaluran kepada masyarakat terdampak kekeringan.

"Keberadaan klaster logistik harus semakin diperkuat serta dioptimalkan sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan," katanya.

Endin menugaskan klaster logistik untuk memperkuat pemetaan kebutuhan secara lebih akurat, meliputi wilayah-wilayah potensi mengalami krisis air bersih, kawasan pertanian terdampak hingga kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Selanjutnya, memastikan kesiapan logistik dasar mencakup ketersediaan pasokan air bersih, sarana distribusi air, bahan pangan, perlengkapan kesehatan hingga dukungan operasional lain agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat ketika dibutuhkan.

"Koordinasi lintas sektor terkait dalam klaster logistik juga dibutuhkan untuk memastikan seluruh bantuan disalurkan secara cepat, tepat, transparan dan akuntabel. Distribusi bantuan tidak hanya diukur dari banyaknya volume yang disalurkan tetapi juga ketepatan sasaran maupun kecepatan distribusi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.