Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Papua Prioritaskan Pembangunan dengan Penanganan Kawasan Kumuh

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 07:30 WIB | Oleh:
Gubernur Papua Prioritaskan Pembangunan dengan Penanganan Kawasan Kumuh Doc: antara foto
Ket. Gubernur Papua Mathius Fakhiri bersama masyarakat Pulau Kosong dan Kayu Pulo di Kota Jayapura untuk penanganan kawasan kumuh.

JAYAPURA - Gubernur Papua Mathius Fakhiri menegaskan Pulau Kosong dan Kayu Pulo di Kota Jayapura sebagai prioritas penanganan kawasan kumuh dan untuk itu pihaknya meminta instansi terkait mulai memperbaiki permukiman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pada Sabtu (22/11) saya melakukan peninjauan ke Pulau Kosong dan Kayu Pulo di Kota Jayapura, dimana permukiman di kawasan tersebut membutuhkan fasilitas dasar," katanya di Jayapura, Senin (24/11).

Untuk itu pihaknya meminta agar kawasan tersebut dapat segera diatasi MCK-nya karena ini menjadi langkah penting dalam memastikan masyarakat pesisir mendapat akses hidup layak.

"Kami melihat dua pulau ini membutuhkan perhatian serius, sehingga pemerintah hadir untuk memperbaiki pemukiman, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan penataan permukiman pesisir di Jayapura akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata, serta BKKBN, agar penanganan lebih terpadu dan berkelanjutan.

"Kami telah mengusulkan pembangunan sekitar 14 ribu rumah kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari program perbaikan permukiman," katanya.

Dia menambahkan usulan tersebut mencakup pembangunan baru, renovasi rumah, hingga skema KPR bersubsidi bagi warga berpenghasilan rendah. Oleh sebab itu guna memastikan program tersebut tepat sasaran, pihaknya bersama OPD terkait melakukan kunjungan ke daerah-daerah tersebut.

"Selain perumahan, kami menegaskan pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi nelayan setempat melalui kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Dukungan itu, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

"Apalagi Pulau Kosong dan Kayu Pulo memiliki potensi wisata bahari yang dapat dikembangkan menjadi kawasan rekreasi dan budidaya perikanan. Untuk itu saya meminta Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata berkoordinasi menyiapkan rencana lanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.