Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

China Town Probolinggo, Ruang Wisata yang Merawat Toleransi

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
China Town Probolinggo, Ruang Wisata yang Merawat Toleransi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Probolinggo
Ket. Pembukaan China Town di halaman Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga Kota Probolinggo, Sabtu (16/5/2026) malam.

PROBOLINGGO – Lampion merah bergantung berjejer, aroma kuliner khas Tionghoa bercampur dengan jajanan tradisional Nusantara, sementara alunan musik dan percakapan warga terdengar hangat di sudut-sudut kawasan.

Suasana itu kini menjadi warna baru di halaman Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga di Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Kawasan China Town atau Pecinan yang tumbuh di area rumah ibadah tersebut bukan hanya menjadi destinasi wisata budaya dan kuliner, tetapi juga ruang perjumpaan lintas masyarakat.

Warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis datang menikmati suasana, berburu kuliner, hingga mengenal lebih dekat tradisi Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari denyut kota pelabuhan itu.

Di sela keramaian, nilai toleransi terasa mengalir secara alami. Pengunjung tidak sekadar datang untuk berfoto atau menikmati makanan, tetapi juga belajar tentang keberagaman melalui interaksi sehari-hari. TITD Sumber Naga pun menjadi simbol bagaimana ruang ibadah dapat hadir lebih terbuka sebagai jembatan kebudayaan dan kebersamaan.

Saat malam tiba, cahaya lampion memantul di halaman kawasan Pecinan, menghadirkan suasana hangat yang mengundang siapa saja untuk singgah.

Dari semangkuk kuliner hangat hingga obrolan ringan antarwarga, China Town di TITD Sumber Naga perlahan tumbuh menjadi wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat Kota Probolinggo.

"China Town rencananya digelar rutin dua kali setiap bulan dengan menghadirkan beragam hiburan budaya lokal," kata Ketua II TITD Sumber Naga sekaligus panitia kegiatan Erfan Sutjianto dalam keterangannya di kota setempat, Minggu (17/5).

China Town hadir mengusung semangat keberagaman, sehingga tidak hanya menyajikan nuansa budaya Tionghoa, kawasan tersebut juga diramaikan berbagai tenant UMKM yang menawarkan aneka olahan kuliner makanan.

"Kami menggandeng hiburan lokal daerah seperti Tari Jaranan, campursari, hingga wayang yang nantinya akan mengisi China Town ini. Jadi tidak hanya budaya Tionghoa saja yang ditampilkan,” tuturnya.

Euforia masyarakat tampak memadati klenteng berusia lebih dari 150 tahun itu dan tidak hanya etnis Tionghoa, tapi warga sekitar dari berbagai latar belakang agama dan budaya turut membaur menikmati serta memeriahkan acara di tempat ibadat yang terletak di wilayah Kelurahan Mangunharjo tersebut.

Pihaknya ingin menjadikan China Town sebagai simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Probolinggo.

“Kalau biasanya Pecinan identik hanya dengan budaya Tionghoa, kami tidak ingin seperti itu. Saya tidak mau ada kesan bahwa ini hanya acara orang Kelenteng, justru kami ingin menumbuhkan dan memupuk rasa toleransi antarumat beragama yang selama ini sangat kuat dan kental di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, semangat kolaborasi juga terlihat dari keterlibatan para pelaku UMKM yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Megapolitan
Pembangunan Jakarta Harus P...
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.