Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keuskupan Agung Ende Desak Pemerintah Kaji Ulang Proyek Geothermal di Flores, Ajukan Judicial Review ke MA

3 Rabu, 29 Jul 2026, 20:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keuskupan Agung Ende Desak Pemerintah Kaji Ulang Proyek Geothermal di Flores, Ajukan Judicial Review ke MA Keuskupan Agung Ende Desak Pemerintah Kaji Ulang Proyek Geothermal di Flores, Ajukan Judicial Review ke MA Doc: istimewa
Ket. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria Unit II (3 MW) di Desa Sokoria, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Keuskupan Agung Ende Desak Pemerintah Kaji Ulang Proyek Geothermal di Flores, Ajukan Judicial Review ke MA

JAKARTA– Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, secara tegas menolak proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi atau geothermal di wilayah Keuskupan Agung Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Penolakan itu disampaikan dalam Media Briefing bersama JPIC OFM di Jakarta, Rabu (29/7). Keuskupan Agung Ende juga mengumumkan langkah hukum berupa Judicial Review (JR) ke Mahkamah Agung (MA) terhadap sejumlah keputusan pemerintah terkait pengembangan geothermal di Flores.

"Flores tidak cocok untuk geothermal, mengingat mayoritas penduduk adalah petani, yang mana sudah ada contoh kerusakan akibat geothermal," kata Uskup Paul.

Menurutnya, pengembangan energi harus memperhatikan karakteristik wilayah dan penghidupan masyarakat. Mayoritas warga Flores menggantungkan hidup dari pertanian dan sumber daya alam.

Gugat 3 Keputusan ESDM ke MA

Dalam media briefing tersebut, Keuskupan Agung Ende bersama JPIC OFM menjelaskan dasar hukum pengajuan Judicial Review ke MA. Gugatan menyasar:

1. Keputusan Menteri ESDM Nomor 2268 K/30/MEM/2017 tentang Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas Bumi;

2. Keputusan Menteri ESDM terkait Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Sokoria; dan

3. Keputusan Menteri ESDM terkait Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Mataloko.

 Penetapan tersebut dipandang tidak mempertimbangkan aspek sosial, ekologi, dan budaya masyarakat Flores. 

Uskup Budi menjelaskan, eksplorasi geothermal di beberapa lokasi seperti Sokoria di Kabupaten Ende dan Mataloko di Kabupaten Ngada telah merugikan masyarakat. Hal itu ujar dia berdasarkan kesaksian masyarakat setempat yang telah merasakan dampak buruk eksplorasi tersebut dan setelah mendengar pemaparan dari banyak imam.

Dia menyebut dampak eksplorasi geothermal yang terbengkalai menjadi perhatian serius. Di Mataloko kab Ngada misalnya pengeboran yang dilakukan secara tidak terencana telah menyebabkan lumpur keluar di beberapa titik, merusak lahan pertanian dan tanaman warga. 

Tak beda jauh dengan yang di Sokoria, Kabupaten Ende. Akibat eksplorasi geothermal, banyak tanaman kopi milik warga kering dan mati, mengancam perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada hasil pertanian

Dampak ke Petani dan "Rumah Bersama"

Perwakilan masyarakat terdampak turut hadir menyampaikan keresahan. Mereka khawatir proyek geothermal akan merusak sumber air, lahan pertanian, dan situs budaya di sekitar WKP Sokoria dan WKP Mataloko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.