Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Setop Kucuran Dana untuk Riset Virus Berisiko Tinggi

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 20:18 WIB | Oleh:
AS Setop Kucuran Dana untuk Riset Virus Berisiko Tinggi Doc: AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER/Getty Images

WASHINGTON DC - Amerika Serikat memangkas dana federal untuk penelitian ilmiah peningkatan fungsi (gain-of-function research atau GoFR) yang berbahaya di dalam serta luar negeri guna menghilangkan risiko biologis bagi masyarakat.

"Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) hari ini menyambut baik penerbitan kebijakan terbaru dari pemerintahan Trump untuk menghentikan penelitian ilmu hayati berisiko tinggi," demikian menurut pernyataan HHS pada Selasa (28/7).

"Kerangka kerja komprehensif itu melarang penelitian gain-of-function yang berbahaya dan didanai pemerintah federal, sekaligus menetapkan pengawasan lebih ketat terhadap penelitian ilmu hayati yang berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan masyarakat, biosekuriti, atau keamanan nasional," tambahnya.

Di satu sisi, kebijakan baru itu membatasi dukungan keuangan bagi penelitian yang dilakukan di negara-negara tanpa standar pengawasan memadai, menurut HHS.

Namun, kebijakan tersebut tetap mendukung penelitian penting terkait pengembangan vaksin, terapi, dan alat medis lainnya, lanjut departemen itu.

Sebelumnya, pada Juni, Direktur Intelijen Nasional AS (DNI) saat itu, Tulsi Gabbard, merilis bukti mengenai pendanaan yang pernah diberikan Pemerintah AS terhadap lebih dari 120 laboratorium biologi di lebih dari 30 negara, termasuk Ukraina.

Banyak laboratorium biologi yang didanai AS itu melakukan penelitian dengan menggunakan patogen berbahaya dan sangat menular, termasuk penelitian gain-of-function, kata Gabbard.

Sebagai contoh, di Ukraina terdapat lebih dari 40 laboratorium biologi yang dibangun atau didukung oleh Amerika Serikat, menurut dokumen intelijen AS yang telah dibuka rahasianya dan dikutip RIA Novosti.

Puluhan laboratorium biologi tersebut "ditugaskan" untuk menyimpan senjata biologis era Soviet, melatih ilmuwan Ukraina dalam bidang pengendalian biologis, serta memberikan sertifikasi kepada mereka untuk menangani patogen sangat berbahaya.

Laboratorium biologi di Ukraina menyimpan antraks, tularemia, tuberkulosis, demam babi, penyakit Newcastle, penyakit infeksi saluran pernapasan MERS, infeksi saluran pernapasan akut parah SARS, Marburg, Ebola, Lassa, wabah, Rickettsia, dan lainnya, demikian ditambahkan dalam dokumen tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Keiko Fujimori Sah Jadi Pre...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Jadwal dan Harga Tiket GIIAS 2026, Dijual Mulai Rp50 Ribu

Jadwal dan Harga Tiket GIIAS 2026, Dijual Mulai Rp50 Ribu

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 5
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.