Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Radikalisme Digital Disamarkan dalam Bentuk Bantuan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Radikalisme Digital Disamarkan dalam Bentuk Bantuan Doc: Antara
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menyampaikan pidato sambutan dalam acara diskusi publik dan bedah buku “Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi Hingga Manipulasi Kesadaran” di Jakarta, Rabu (29/07/2026).

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pola baru penyebaran radikalisme di ruang digital kini muncul dalam bentuk baru dengan modus perekrutan dengan menjanjikan bantuan untuk membangun kepercayaan korbannya.

Ia menjelaskan, penyebaran faham radikalisme kini tidak lagi melalui ajakan kebencian atau kekerasan, melainkan pendekatan yang tampak baik, seperti menawarkan bantuan, membangun kedekatan, hingga memberi harapan hidup yang lebih baik. Setelah kepercayaan terbentuk, korban perlahan diarahkan pada paham ekstrem.

"Kekerasan dimulai dengan sebuah uluran tangan, bantuan pengobatan, pelunasan utang, pengiriman bantuan yang bersifat personal, lalu disusul janji-janji kesejahteraan. Setelah kepercayaan terbentuk, barulah mereka diarahkan pada paham yang ekstrem," kata Meutya di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kelompok radikal kini memanfaatkan pendekatan yang lebih halus dan personal untuk memengaruhi calon korbannya, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

"Jadi janji-janji terhadap kesejahteraan sebagai contoh misalnya disini janji sekolah gratis sampai disana malah disuruh kawin," ujar Meutya.

Meutya juga mengungkapkan bahwa pada Mei lalu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berhasil menggagalkan upaya perekrutan terhadap 112 anak melalui satu platform digital.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ruang digital terus dimanfaatkan kelompok radikal untuk mencari sasaran baru dengan berbagai modus yang semakin sulit dikenali.

Ia menilai perubahan perilaku pada anak akibat paparan konten di ruang digital tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan perilaku terjadi secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari oleh keluarga.

"Sedikit demi sedikit hubungan dengan orang tua mulai renggang. Cerita yang dulu terbuka menjadi semakin sedikit, hingga akhirnya tidak ada lagi komunikasi. Saat itulah kita sering terlambat menyadari bahwa telah terjadi perubahan yang serius," ujarnya.

Menurut Meutya, perkembangan teknologi membuat radikalisasi semakin sulit dikenali. Kekuatan narasi yang berpadu dengan algoritma di ruang digital mampu membentuk ruang informasi sesuai preferensi pengguna.

Akibatnya, seseorang dapat terus menerima informasi yang memperkuat keyakinannya, meski tidak sesuai dengan fakta.

"Narasi dan algoritma ketika bersatu memunculkan sebuah ilusi algoritma sehingga fakta kemudian kalah dengan emosi atau keyakinan," kata Meutya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 4
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.