BI-Rate Tetap di 4,75%: Stabilisasi Rupiah Diutamakan, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Korban?
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 16:20 WIB | Oleh: Tim PenulisSelanjutnya, kebijakan ketiga yakni Mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing dalam memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan mendukung pembiayaan perekonomian.
Hal ini dilakukan dengan memperkuat efektivitas penerbitan BI-FRN (Floating Rate Note) dan pengembangan Overnight Index Swap (OIS) tenor di atas overnight, memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksi repo, serta mengembangkan transaksi pasar uang dan pasar valas domestik.
Keempat, penguatan implementasi pelonggaran Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) melalui pemberian insentif likuiditas kepada perbankan.
Kelima, penguatan publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan KLM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terakhir, kebijakan keenam dan ketujuh yakni akselerasi akseptasi pembayaran digital melalui perluasan literasi serta penataan struktur industri sistem pembayaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!