Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengejutkan, Dinkes Ungkap 7,2 Persen Anak di Bawah Usia 18 Tahun di Sulawesi Barat Alami Risiko Hipertensi

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 13:53 WIB | Oleh:
Mengejutkan, Dinkes Ungkap 7,2 Persen Anak di Bawah Usia 18 Tahun di Sulawesi Barat Alami Risiko Hipertensi Doc: antara foto
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulbar Nursyamsi Rahim di Mamuju, Kamis (23/10).

MAMUJU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Barat (Sulbar) mengungkapkan hasil analisis terbaru yang cukup mengejutkan berdasarkan data Satu Sehat Indonesia menunjukkan 7,2 persen anak di bawah usia 18 tahun di provinsi itu mengalami risiko hipertensi.

"Berdasarkan data aplikasi Satu Sehat Indonesia per 22 Oktober 2025, tercatat 7,2 persen anak usia di bawah 18 tahun di Sulbar mengalami risiko hipertensi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulbar Nursyamsi Rahim di Mamuju, Kamis (23/10).

Dari total 6.433 anak yang diperiksa, sebanyak 4,9 persen berada dalam kategori pre-hipertensi dan 2,3 persen sudah terdiagnosis hipertensi.

“Meski sebagian besar anak atau sebesar 92,8 persen masih memiliki tekanan darah normal, temuan ini menjadi sinyal penting bahwa gangguan tekanan darah kini juga mengancam usia muda,” ujar Nursyamsi.

Data itu, menurut Nursyamsi, menunjukkan bahwa gaya hidup anak-anak perlu mendapat perhatian serius. Pola makan tinggi garam, rendah buah dan sayur, serta kurang aktivitas fisik menjadi penyebab utama.

“Hipertensi bukan lagi penyakit orang dewasa. Kita harus mulai intervensi sejak dini, agar generasi kita tumbuh sehat dan produktif," ujarnya.

Hasil analisis menunjukkan beberapa faktor risiko gaya hidup yang dominan, antara lain 69,1 persen anak kurang konsumsi buah dan sayur, kemudian 21,5 persen kurang aktivitas fisik, dan sebanyak 6,8 persen mengkonsumsi garam berlebihan.

Dinkes Sulbar melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah-sekolah, kata Nursyamsi, terus mengintegrasikan pemeriksaan tekanan darah anak sebagai upaya deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Langkah ini memungkinkan penanganan lebih cepat dan efektif terhadap anak yang berisiko," kata Nursyamsi.

Sebagai tindak lanjut Dinkes Sulbar merekomendasikan tiga strategi utama, yakni kampanye gizi seimbang dan peningkatan konsumsi buah serta sayur bagi anak-anak dan keluarga.

Kemudian, edukasi pengurangan garam berlebih pada makanan yang dikonsumsi di rumah dan kantin sekolah serta promosi aktivitas fisik dan olahraga di sekolah dan komunitas, guna menekan gaya hidup pasif yang kini meningkat.

"Melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor, kita ingin memastikan anak-anak di Sulbar terbiasa hidup sehat sejak dini. Inilah langkah nyata mewujudkan visi Sulbar Maju dan Sejahtera melalui sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter," jelas Nursyamsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...

Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 dalam Genggaman Marc Marquez

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.