Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Baller League UK Jadi Fenomena Baru Sepak Bola Gaya Jalanan di Era Digital

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 16:10 WIB | Oleh:
Baller League UK Jadi Fenomena Baru Sepak Bola Gaya Jalanan di Era Digital Doc: Reuters
Ket. Pemandangan para pemain beraksi selama pertandingan Baller League di Copper Box Arena di London, Inggris

JAKARTA - Suasana riuh meledak di dalam Copper Box Arena, London, saat penyiar memimpin hitung mundur lima detik yang menggelegar menjelang laga perdana Santan FC vs MVPs United di ajang Baller League UK. Dikelola oleh rapper Dave dan tim lawan oleh pesepak bola Alisha Lehmann serta pembawa acara TV Maya Jama, pertandingan enam lawan enam ini menyuguhkan aksi cepat dan hiburan penuh gaya—ciri khas liga yang tengah naik daun ini.

Kick-off dilakukan oleh mantan wasit Liga Premier, Mark Clattenburg, namun hanya enam detik berselang, MVPs United sudah membobol gawang lawan—mencetak rekor gol tercepat sejauh ini di Baller League UK. Aksi terus berlanjut dengan aturan unik bernama “Plus Satu”, yang mengubah format permainan menjadi satu lawan satu ditambah penjaga gawang, untuk menambah ketegangan dan kejutan sebelum formasi normal dipulihkan usai gol berikutnya.

Turnamen seperti Baller League, yang lahir di Jerman pada 2023, serta Kings League asal Spanyol, muncul sebagai alternatif sepak bola tradisional berdurasi 90 menit. Mereka menggabungkan unsur media sosial, hiburan, dan permainan jalanan untuk menarik generasi muda yang menyukai format cepat, dinamis, dan digital-friendly.

Meski sempat dicibir oleh para penggemar sepak bola konvensional sebagai distorsi permainan indah, minat terhadap liga ini justru meledak. Investor seperti EQT Ventures, yang memimpin pendanaan senilai $25 juta pada Desember 2024, melihat potensi besar di dalamnya. 

“Gaya main mereka mencerminkan semangat anak-anak jalanan di seluruh dunia,” kata Ashley Lundstrom dari EQT Ventures.

Baller League UK, yang kini di musim perdananya dengan 12 tim, juga membuka pintu bagi mereka yang tidak bisa menembus level profesional. Salah satunya adalah Harry Cain, gelandang berusia 27 tahun yang kini memperkuat Yanited, tim besutan YouTuber Angryginge.

“Rasanya hampir seperti mimpi jadi pemain profesional,” ujarnya. 

Liga ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga panggung gaya hidup digital, yang membuktikan bahwa sepak bola bisa berevolusi dan tetap menggairahkan meski jauh dari tradisi konvensional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.