Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Salah! Campak Bukan Hanya Serang Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Terinfeksi

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 21:10 WIB | Oleh:
Jangan Salah! Campak Bukan Hanya Serang Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Terinfeksi Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Arsip foto - Petugas medis menyuntikan imunisasi campak rubella kepada anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Minggu (4/9).

JAKARTA - Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan campak bukan hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan pun berisiko terinfeksi dan mengalami komplikasi serius jika tidak segera mendapat imunisasi lengkap.

"Campak hanya penyakit anak-anak, tidak betul. Orang tua yang tidak kebal juga, bisa kena campak," kata dia dalam seminar bertema “Cegah Campak dari Rumah Kita” yang diadakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta di Jakarta, Selasa.

Karena itu, agar tak terkena campak, seseorang harus diimunisasi campak dan dipastikan dosisnya lengkap. Imunisasi campak diberikan tiga kali pada anak, yakni saat berusia 9 bulan, 18 bulan, dan kala dia duduk di kelas 1 SD.

"Kalau di atas kelas 1 SD dan belum lengkap, bisa datang ke puskesmas untuk dilengkapi imunisasi kejar," kata Nina.

Berbicara mitos lainnya terkait campak, Nina menyebut pasien campak tidak boleh mandi sebagai salah satunya. Menurut dia, karena campak menekan daya tahan tubuh, kondisi tubuh yang tak bersih justru berbahaya bagi pasien.

"Kalau tidak bersih, bakteri di kulit bisa merusak mata, masuk ke mulut lalu menyebabkan diare, pneumonia. Jangan lupa sikat gigi karena penting sekali, supaya tidak menyebabkan infeksi," ujar dia.

Lalu, karena virus campak menekan daya tahan tubuh, maka pasien terkena infeksi lain selain campak, seperti infeksi bakteri, terkena radang di otak, dan lainnya.

Pada orang dengan penyakit kronik misalnya kanker, penyakit jantung bawaan, asma, gizi buruk, bahkan rentan mengalami komplikasi dan kematian terutama kalau terlambat diagnosis dan pengobatan.

Komplikasi campak antara lain tuli, diare, pneumonia (kebanyakan menjadi penyebab kematian), radang otak dan selaputnya, kebutaan karena lapisan mata rusak.

"Cek sudah lengkap atau belum. Kalau belum imunisasi dan terpapar campak, segera lengkapi vaksin sebelum 72 jam setelah terpapar. Bantu anak berobat, cegah jangan sampai orang sekitar tertular campak," kata Nina.

Adapun campak ditandai gejala seperti demam tinggi, muncul ruam, mata merah, batuk dan pilek. Selagi ruam keluar, bisa timbul komplikasi salah satunya radang paru atau pneumonia, gangguan saraf, sehabis kena campak bisa ada infeksi otak, dan terakhir menyebabkan kerusakan otak jangka panjang.

Merujuk data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per September ini, diketahui sebanyak 218 kasus campak, tanpa ada laporan terjadi penyakit yang memberat dan bahkan kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.