Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mewaspadai Penularan Virus Campak pada Momentum Mudik Lebaran 2026

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai Penularan Virus Campak pada Momentum Mudik Lebaran 2026 Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat R Vini Adiani Dewi.

Bandung - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai ledakan penularan virus campak di tengah masifnya pergerakan massa pada momentum mudik Idul Fitri 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Rd Vini Adiani mengungkapkan daya tular penyakit ini sangat agresif, di mana satu orang penderita mampu menginfeksi 12 hingga 18 orang lainnya dalam waktu singkat.

"Idul Fitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular," ujar Vini di Bandung, Kamis.

Peringatan ini disampaikan Vini, menyusul data statistik yang menunjukkan lonjakan tajam kasus positif campak di Jawa Barat.

Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.785 kasus, meroket drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 271 kasus. Sementara itu, tren kenaikan terus berlanjut dengan temuan 252 kasus hanya dalam periode Januari hingga Februari 2026.

Vini menjelaskan penularan dapat terjadi secepat kilat melalui percikan batuk atau bersin, kontak langsung, hingga menyentuh benda yang terkontaminasi virus.

Sebagai langkah antisipasi paling efektif, masyarakat diminta segera melengkapi imunisasi campak dosis kedua, terutama bagi anak usia 9-59 bulan, sebelum melakukan perjalanan mudik.

"Upaya paling efektif mengantisipasi campak yakni dengan cara melengkapi imunisasi campak sampai dosis kedua sebelum mudik Idul Fitri," katanya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggencarkan Catch Up Campaign (CUC) atau Imunisasi Kejar Serempak.

Layanan ini tersedia di posyandu, puskesmas, sekolah PAUD/TK, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik guna menjangkau warga secara luas.

Selain proteksi medis, masyarakat diimbau menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker saat merasa kurang sehat.

Jika ditemukan gejala klinis berupa demam yang disertai ruam merah pada tubuh, warga diminta untuk segera melakukan isolasi mandiri dan melapor ke fasilitas kesehatan terdekat guna memutus rantai penularan di jalur mudik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

27 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.