Pemkab Lampung Selatan Gencarkan Pengasapan di Wilayah Kalianda Cegah DBD
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 18:13 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
LAMPUNG SELATAN - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat, menggencarkan fogging atau pengasapan di wilayah Kecamatan Kalianda, guna mengantisipasi penyebaran nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Bidang Damkar pada Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, di Kalianda, Selasa (26/8) mengatakan pengasapan tersebut dilakukan guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya warga yang terserang penyakit DBD.
“Iya benar, kita hari ini memenuhi panggilan warga untuk dilakukan fogging di Dusun Lembah Sungkai, Desa Hara Banjar Manis, karena di dusunnya terdapat masyarakatnya yang terserang DBD,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan fogging tersebut difokuskan di tempat rawan penyebaran nyamuk pembawa DBD.
Dirinya menyampaikan bahwa dengan pelaksanaan fogging itu diharapkan dapat mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti agar warga di Desa Hara Banjar Manis agar terhindar dari gigitan serangga itu. Nyamuk tersebut merupakan jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab DBD.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan saat melakukan fogging di Dusun Lembah Sungkai, Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda pada Selasa (26/8). Antara/Riadi Gunawan
Maka dari itu menurutnya, pihaknya berkomitmen akan terus melakukan fogging di tempat-tempat rawan nyamuk pembawa DBD.
"Tim bergerak cepat dimana ada yang positif terkena DBD kami akan datangi dan melakukan pengasapan, serta kami juga akan melakukan sosialisasi kepada warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah dengue,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lampung Selatan, Jamaluddin mencatat sebanyak 663 kasus demam berdarah dengue di wilayah itu selama periode Januari hingga Juli tahun 2025.
Ia menjelaskan, dari ratusan kasus DBD yang ditemukan di wilayah tersebut, terdapat dua orang meninggal dunia akibat DBD.
“Dari Januari hingga Juli tahun 2025 sebanyak 663 kasus DBD telah kami catat dan tangani, namun dari jumlah itu terdapat dua orang meninggal akibat penyakit DBD,” katanya.
Menurut dia, dengan banyaknya warga yang terpapar penyakit itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisasi kasus DBD, yaitu dengan sosialisasi masif dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat pembersihan tempat air, pemeliharaan ikan pemakan jentik, serta fogging. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!