Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jombang Protes PBB Naik 370 Persen, Bayar Pajak Pakai Koin Segalon hingga Loket Penuh

📅 Rabu, 13 Agu 2025, 12:25 WIB | Oleh:
Warga Jombang Protes PBB Naik 370 Persen, Bayar Pajak Pakai Koin Segalon hingga Loket Penuh Doc: Istimewa
Ket. Potres warga Jombang hitung uang koin setelah PBB 370 persen

JAKARTA - Suasana di loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Kabupaten Jombang mendadak heboh. Joko Fattah Rochim, warga setempat, muncul dengan membawa satu galon air mineral berisi ribuan koin pecahan Rp200, Rp500, dan Rp1.000. 

Aksi itu bukan tanpa alasan, Fattah memprotes keras kenaikan PBB rumahnya yang melonjak drastis hingga 370 persen.

Diketahui, pada Rabu (13/8/2025), Fattah langsung menumpahkan koin tersebut di kursi loket pembayaran, membuat petugas terkejut sekaligus kerepotan menghitungnya. 

“Uang ini celengan anak saya sejak SMP, sekarang dia sudah kuliah semester 2. Saya tidak punya uang lain, jadi saya pakai ini untuk bayar pajak,” ujar Fattah, dengan nada kesal.

Berdasarkan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) tahun 2023, rumah Fattah memiliki luas tanah 1.070 m² dengan kelas 71 dan NJOP Rp464.000/m², serta bangunan seluas 72 m² kelas 26 dengan NJOP Rp505.000/m². 

Total nilai jual objek pajak (NJOP) mencapai Rp522.840.000. Dengan tarif 0,1 persen, seharusnya PBB P2 yang dibayar adalah Rp522.840. Setelah dikurangi pengurangan pajak sebesar Rp188.662, tagihan akhirnya menjadi Rp334.178.

Namun, pada 2024, jumlah yang harus dibayarkan melonjak tajam hingga memicu protes. Fattah menilai kenaikan tersebut sangat memberatkan, apalagi bagi masyarakat kecil. 

“Saya minta Bupati Jombang harus tegas. Kenaikan PBB P2 yang sangat merugikan ini harus dibenahi,” tegasnya.

Aksi Fattah sontak menarik perhatian publik. Banyak yang memuji keberaniannya menyuarakan ketidakadilan, sementara sebagian lain menganggap aksinya unik namun sarat makna. Koin segalon itu menjadi simbol protes terhadap kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat.

Kenaikan PBB di berbagai daerah memang kerap menjadi sorotan. Faktor seperti penyesuaian NJOP, pembangunan infrastruktur, atau kebijakan baru pemerintah daerah sering dijadikan alasan. Namun, tanpa sosialisasi yang jelas, masyarakat bisa merasa terkejut dan terbebani.

Kasus Fattah menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka perhitungan pajak, ada kehidupan warga yang terdampak langsung. Terkadang, untuk membuat suara didengar, aksi kreatif seperti membawa segalon koin bisa lebih lantang daripada seribu kata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

KKP Pindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang ke Cirebon, Ada Apa di Baliknya?

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.