Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone

5 Sabtu, 05 Sep 2026, 10:30 WIB | Oleh:
Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone Krisis Chip Global: Kenapa Daya Tahan Baterai dan Durability Kini Jadi Standar Utama Membeli Smartphone Doc: Istimewa
Ket. Potret chip handphone.

JAKARTA - Harga smartphone naik sepanjang 2026 karena kelangkaan chip memori global. Penyebabnya bukan gangguan produksi biasa, produsen memori mengalihkan lini DRAM dan NAND mereka ke chip untuk pusat data kecerdasan buatan, yang marginnya jauh lebih besar. 

Kenaikan biaya itu membuat produsen ponsel menyesuaikan spesifikasi agar harga tetap masuk akal bagi pasar. Akibatnya, konsumen kini perlu cara baru menilai sebuah ponsel, bukan lagi dari angka RAM, melainkan dari seberapa lama perangkat itu bisa diandalkan.

Imbauan bagi Calon Pembeli: Utamakan Daya Tahan Baterai dan Ketahanan 

Menunda pembelian sambil menunggu harga turun bukan langkah yang realistis. Sebab, lembaga riset memperkirakan harga memori tidak akan kembali ke tingkat 2025, bahkan setelah pasokan normal. Alasannya:  

– Pabrik memori baru diperkirakan baru berproduksi penuh pada 2027. 

– IDC memproyeksikan tekanan harga memori berlanjut setidaknya hingga 2028. 

– Sejumlah eksekutif produsen memori memperingatkan ketimpangan pasokan bisa bertahan hingga melewati 2030. 

Karena tekanan ini berlangsung bertahun-tahun, yang lebih masuk akal adalah mengubah cara memilih ponsel:

– Cek berapa lama produsen menjanjikan pembaruan sistem dan keamanan, bukan berapa besar RAM-nya. 

– Lihat bagaimana ponsel bekerja setelah setahun pemakaian, bukan seberapa baru chipset-nya. 

– Nilai daya tahan baterai dalam pemakaian sehari-hari, bukan angka kapasitas di brosur.  

– Perhatikan ketahanan fisik dan ketersediaan suku cadang, karena keduanya menentukan berapa lama ponsel layak dipakai. 

Struktur biaya baru ini bersifat permanen. Senior Research Director for Worldwide Consumer Devices Nabila Popal menegaskan bahwa ekspektasi konsumen maupun strategi produsen perlu ikut menyesuaikan. 

“Era smartphone ultramurah telah berakhir,” ujar Popal. 

Artinya, hanya vendor yang mampu menyesuaikan strategi dengan struktur biaya baru dan menjaga permintaan di tingkat harga lebih tinggi yang akan bertahan.  

Harga Naik, Spesifikasi Ikut Menyesuaikan 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.