Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhan Sudan: Musuh Indonesia Disebut Musuh Sudan, Apa Maksudnya?

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Menhan Sudan: Musuh Indonesia Disebut Musuh Sudan, Apa Maksudnya? Doc: Alfina Febriyana/Koran Jakarta
Ket. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kayan di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

JAKARTA – Hubungan Indonesia dan Sudan kembali mencuri perhatian. Pernyataan tegas disampaikan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kayan saat melakukan kunjungan ke Kementerian Pertahanan RI pada Rabu, 9 September 2026.

Dalam konferensi pers di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Hassan menegaskan bahwa Sudan memandang Indonesia sebagai sahabat lama. Bahkan, ia melontarkan pernyataan yang cukup kuat mengenai sikap Sudan terhadap pihak yang berseberangan dengan Indonesia.

Hassan menyatakan, pihak yang memusuhi Indonesia juga dianggap sebagai musuh Sudan. Sebaliknya, pihak yang menjadi musuh Sudan juga dipandang sebagai musuh Indonesia.

“Sesungguhnya Indonesia dan Sudan adalah negara yang sangat bersahabat lama. Maka semuanya yang memusuhi Indonesia adalah musuh dari Sudan, dan musuh Sudan adalah musuh dari Indonesia. Kita akan bersama-sama dalam kebaikan ini,” ujar Hassan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam kunjungannya ke Indonesia. Namun, hubungan kedua negara yang dibicarakan Hassan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan.

Sudan dan Indonesia Disebut Punya Banyak Kesamaan

Hassan menjelaskan, kedatangannya ke Indonesia dilatarbelakangi oleh hubungan historis serta berbagai kesamaan yang dimiliki kedua negara.

Menurutnya, Indonesia dan Sudan memiliki kedekatan dalam aspek agama maupun budaya. Hubungan tersebut juga diperkuat melalui sektor pendidikan.

Sudan selama ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di negaranya. Salah satu institusi yang disebut adalah International University of Africa di Khartoum.

“Kami dikumpulkan di sini karena kesamaan agama, budaya, dan kami juga banyak memberikan beasiswa kepada alumni-alumni Indonesia yang pernah belajar di International University of Africa di Khartoum, Sudan,” kata Hassan.

Ia juga mengungkapkan pembicaraannya dengan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin berlangsung produktif. Dari pertemuan tersebut, Hassan berharap hubungan Indonesia dan Sudan dapat semakin erat, terutama dalam bidang pertahanan.

Rakyat Sudan Disebut Punya Tempat Khusus untuk Indonesia

Tak hanya berbicara soal kerja sama antar pemerintah, Hassan turut menyinggung hubungan masyarakat kedua negara.

Ia mengatakan Indonesia mempunyai tempat spesial bagi rakyat Sudan. Menurut Hassan, masyarakat Sudan memiliki rasa cinta dan penghargaan terhadap masyarakat Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Salahgunakan QR Warga, Pert...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.