Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Temukan 19 Spesies Baru Flora dan Fauna di Pertengahan 2025

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Indonesia Temukan 19 Spesies Baru Flora dan Fauna di Pertengahan 2025 Doc: Getty Images

JAKARTA - Kementerian Kehutanan mengumumkan pada Senin bahwa sebanyak 19 spesies baru flora dan fauna berhasil ditemukan di berbagai wilayah Indonesia hingga pertengahan 2025. Temuan tersebut mencakup 11 jenis tumbuhan baru dan delapan jenis satwa baru.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, mengatakan penemuan ini merupakan hasil kolaborasi antara kementerian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah universitas di Indonesia.

“Kementerian bekerja sama dengan BRIN dan universitas untuk melakukan eksplorasi, ekspedisi, dan identifikasi spesies baru flora dan fauna dari Sabang sampai Merauke,” kata Satyawan.

Beberapa spesies tumbuhan baru yang ditemukan antara lain Begonia bukitrayaens, Begonia kalimantana, dan Bulbophyllum bukitbakariense yang ditemukan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan. Di Papua Barat Daya, peneliti mengidentifikasi Bulbophyllum abuniorum, Bulbophyllum sandfordiorum, Dendrobium wanmae, Dendrobium eruciforme, dan Mediocalcar gemma-coronae.

Di Taman Nasional Rinjani, peneliti menemukan Morchella rinjaniensis, sementara Homalomena chikmawatiae ditemukan di Riau, dan Chiloschista tjiasmantoi diidentifikasi di Aceh. Temuan ini menambah daftar panjang kekayaan flora unik Indonesia yang sebagian besar endemik dan belum pernah terdata sebelumnya.

Untuk fauna, spesies baru yang ditemukan antara lain tokek jari bengkok Pecel Madiun (Cyrtodactylus pecelmadiun) di Jawa Timur. Dua spesies katak bertaring, Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara, ditemukan di Kalimantan Tengah, sedangkan katak pohon Rhacophorus boeadii ditemukan di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, siput darat Diancta batubacan ditemukan di Maluku Utara. Dua spesies kumbang daun, Thlaspidula gandangdewata dan Thlaspidula sarinoi, ditemukan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Spesies ikan buta gua Barbodes klapanunggalensis juga diidentifikasi di Jawa Barat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasinya terhadap kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat melimpah. Ia menyebut Indonesia sebagai negara megabiodiversitas dalam pidatonya pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2025 di Jakarta.

“Tidak banyak negara yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati seperti Indonesia,” ujar Raja Juli.

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan rumah bagi 10 persen tanaman berbunga di dunia, 12 persen spesies mamalia, sekitar 15 persen reptil dan amfibi, serta 17 persen spesies ikan dunia. Angka ini menunjukkan peran penting Indonesia dalam menjaga keseimbangan ekosistem global dan pelestarian spesies langka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.