Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Unmul Bersama BRIN dan YKAN Temukan 1.618 Flora Fauna Langka di Kalimantan Timur

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 08:38 WIB | Oleh:
Unmul Bersama BRIN dan YKAN Temukan 1.618 Flora Fauna Langka di Kalimantan Timur Doc: antara foto
Ket. Penelitian tematik biodiversitas yang dilakukan pada 2025 di Bentang Alam Wehea-Kelay.

SAMARINDA - Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam penelitian yang dilakukan, berhasil mengidentifikasi sebanyak 1.618 jenis flora dan fauna di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dari 1.618 spesies itu, 38 persen diantaranya merupakan mamalia terestrial, 47 persen jenis burung, 20 persen reptil, 70 persen amfibi. Ditemukan juga 88 jenis serangga dari taksa kupu-kupu dan kumbang sungut, serta 987 jenis tumbuhan hutan.

"Beragam jenis satwa langka dan terancam punah ini berada di bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur. Bentang alam ini di luar kawasan konservasi. Dari total luas 532.143 hektare, hanya 19 persen yang berstatus hutan lindung," ujar Rektor Unmul Prof. Abdunnur, di Samarinda, Rabu (21/1).

Sisanya berupa konsesi kehutanan, perkebunan, dan area kelola masyarakat. Meski demikian kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk menjadi habitat satwa langka yang hampir punah seperti orangutan.

Satwa langka tersebut mencakup Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), Lutung Kutai (Presbytis canicrus), Rangkong Gading (Rhinoplax vigil), Trenggiling (Manis javanica), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Bangau Storm (Ciconia stormi), Macan Dahan (Neofelis diardi), dan Kucing Merah (Catopuma badia).

Temuan ini menjadi angin segar di tengah maraknya informasi mengenai kerusakan dan degradasi hutan, karena temuan tersebut menumbuhkan optimisme untuk perbaikan kawasan hutan di Kalimantan.

Temuan ini juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan berbasis lanskap yang melibatkan multipihak dan multidisiplin dapat melindungi hutan dari ancaman degradasi.

"Penemuan sejumlah satwa langka ini merupakan bagian dari penelitian tematik biodiversitas yang dilakukan pada 2025 di Bentang Alam Wehea-Kelay," ujar Abdunnur

Sementara Peneliti Ahli Utama BRIN Tri Atmoko menyampaikan metode yang dilakukan dalam penelitian antara lain melalui pemantauan satwa liar dan tumbuhan, termasuk penggunaan teknologi kamera jebak dan perekam suara bioakustik.

"Temuan terbaru ini menambah 275 jenis flora dan fauna, jika dibandingkan dengan penelitian serupa di tahun 2016 yang mencatat sebanyak 1.343 jenis flora fauna," kata Atmoko.

Sedangkan Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto menyampaikan inisiatif kolaborasi pengelolaan sumber daya alam di Bentang Alam Wehea-Kelay sudah dilakukan sejak tahun 2015.

Kawasan ini ditentukan mengikuti sebaran Orangutan Kalimantan, yaitu sungai-sungai besar seperti Sungai Kelay, Sungai Wehea, dan sebagian kecil hulu Sungai Telen.

"Selain menjadi habitat satwa langka, Wehea-Kelay merupakan hulu penting bagi Sungai Mahakam dan Sungai Segah. Lebih dari 5.000 km daerah aliran sungai mengalir ke Kabupaten Berau dan Kutai Timur, memberikan jasa lingkungan seperti fungsi hidrologis dan udara bersih," kata Herlina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.