Konservasi Kuya Belawa, Satwa Unik yang Dikeramatkan
📅 Senin, 30 Jun 2025, 18:38 WIB | Oleh: OpikMeski terkenal, Cikuya tidak viral. Bahkan tidak punya promosi atau paket wisata menarik.
Kendati begitu, destinasi ini sangat cocok untuk dikunjungi bagi pelancong yang ingin sekadar menghabiskan waktu dan melepas penat dari rutinitas harian.
Di lokasi ini terdapat dua kolam yang tidak begitu luas. Bentuknya nyaris persegi, dikelilingi pagar besi bercat hitam.
Bagian atas kolam dinaungi pohon besar yang tumbuh di sekeliling. Daun-daun tua pun terkadang berguguran, jatuh perlahan ke permukaan air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kolam utama, kura-kura dewasa berenang lamban. Sebagiannya lagi diam di bawah air untuk menghindari sinar matahari yang menembus sela dahan pepohonan.
Ukuran kura-kura di sini beragam, ada yang sebesar tutup ember, ada pula yang kecil, seperti piring.
Di sisi lainnya, kolam khusus anakan kura-kura atau tukik dipagari rapat, menjadi ruang tumbuh mereka hingga cukup kuat untuk menyatu dengan kolam utama.
Dalam istilah ilmiah, satwa ini dikenal sebagai Amyda cartilaginea, jenis kura-kura air tawar berkarapas lunak, atau yang dalam bahasa lokal kerap disebut bulus.
Satwa inilah yang menjadi ikon dari Cikuya, sekaligus simbol warisan hidup masyarakat Belawa.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Belawa meyakini kura-kura yang mereka lindungi merupakan satwa langka.
Arif, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Belawa, yang juga pengelola objek wisata Cikuya, menuturkan, kura-kura di tempatnya sudah dianggap keramat oleh warga sekitar.
Hal ini, kata dia, tidak lepas dari mitos yang berkaitan erat dengan sosok Jaka Saliwa.
“Dulu cerita itu biasa diceritakan waktu malam. Namun sekarang kami jaga bukan cuma karena cerita, tetapi karena memang mereka (kura-kura) hidup di sini, sejak dulu,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!