Tren 'Pacar AI' dan Sexbot, Revolusi Hubungan Digital yang Mengkhawatirkan
📅 Minggu, 20 Okt 2024, 10:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/DALL-E via Shutterstock
Raffaele F Ciriello, University of Sydney
Kecerdasan buatan (AI) kini semakin menyentuh aspek kehidupan pribadi kita, terutama dalam hubungan emosional dan interaksi sosial.
AI seperti chatbot, misalnya, dirancang untuk meniru interaksi manusia hingga hubungannya terasa sangat nyata. Hal ini membuat banyak orang merasa terikat secara emosional dengan AI atau bahkan bisa mengalami interaksi sosial seperti tertawa bersama "pembawa acara podcast virtual".
Lebih jauh lagi, AI mulai digunakan dalam konteks yang lebih intim. Penelitian menunjukkan bahwa bermain peran seksual (sexual roleplay) adalah salah satu penggunaan paling umum dari teknologi AI Generatif seperti ChatGPT.
Jutaan orang juga menggunakan sistem AI yang dirancang sebagai teman virtual, seperti Character.AI, Replika, dan Chai.AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa artinya fenomena ini untuk masa depan hubungan romansa manusia? Prospeknya sangat mengkhawatirkan.
Bersikaplah baik pada "penguasa" AI
Salah satu layanan teman virtual berbasis AI paling populer adalah Replika. Layanan yang telah digunakan oleh lebih dari 30 juta pengguna ini memungkinkan penggunanya untuk membuat "pacar digital" yang disesuaikan dengan preferensi mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian awal
menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna Replika adalah pria, ras Kaukasia, dan berusia di bawah 30 tahun-tetapi kini demografi lain juga mulai tertarik dan menggunakan layanan tersebut.
Replika menawarkan layanan berlangganan yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan pasangan AI mereka secara intim, termasuk bertukar pesan atau gambar pribadi. Sebelum Replika menghentikan sementara fitur "roleplay erotis" pada awal 2023 karena kekhawatiran tentang regulasi, lebih dari setengah juta pengguna telah berlangganan layanan ini.
Penghapusan fitur tersebut mendapat reaksi keras dari para pengguna. Mereka menyebut Replika sebagai "Lobotomi"-sebuah kiasan yang menggambarkan rasa kecewa pengguna terhadap penghapusan fitur yang dinilai esensial dalam interaksi mereka dengan pasangan AI.
Istilah tersebut dilontarkan sebagai kritik terhadap pencipta aplikasi yang memiliki kendali penuh atas eksistensi dan perilaku pasangan virtual yang digunakan oleh jutaan pengguna. Pengembang aplikasi dapat mengubah atau bahkan mematikan "pacar AI" jutaan pengguna kapan saja, tanpa membutuhkan persetujuan pengguna.
Selain itu, pengembang aplikasi juga memantau semua percakapan pengguna dengan AI untuk tujuan meningkatkan pengalaman pengguna di masa depan-dan tentu saja juga demi kepentingan iklan.
Namun, hal-hal ini tampaknya tidak menghambat industri ini berkembang. Produk-produk baru terus bermunculan. Salah satu perusahaan seperti Kindroid misalnya, kini menawarkan layanan obrolan suara yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan hingga sepuluh teman virtual sekaligus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!