Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konservasi Kuya Belawa, Satwa Unik yang Dikeramatkan

📅 Senin, 30 Jun 2025, 18:38 WIB | Oleh:
Konservasi Kuya Belawa, Satwa Unik yang Dikeramatkan Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Tampak depan tukik atau anakan kura-kura Belawa di Cirebon, Jawa Barat.

CIREBON - Tidak semua warisan masa lampau datang dari prasasti, naskah kuno, atau benda-benda pusaka. Jejak peninggalan itu bisa saja lahir dari hikayat yang berkembang di tengah kehidupan warga.

Hal seperti itu juga ditemukan di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat.

Seperti banyak tempat di Jawa, kisah tentang asal-usul selalu melibatkan tokoh yang setengah nyata dan setengah mitos. Di Desa Belawa pun demikian.

Cerita rakyat ini mengisahkan tentang seseorang bernama Jaka Saliwa, pemuda dari masa lalu dengan wajah sebelah hitam dan sebelah putih. Dalam legenda, dia digambarkan mencari ilmu ke seorang ulama, berharap wajahnya bisa berubah.

Namun saat harapannya kandas, ia justru merobek kitab yang ia pelajari.

Dari kitab yang robek itu, kata warga, muncul mata air dan kura-kura pertama di Desa Belawa.

Sejak saat itu, hewan lunak bertempurung tersebut tinggal di sekitar sumber air, berkembang biak, dan tak pernah pergi.

Warga setempat menyebutnya kuya, sejenis bulus yang hidup di perairan air tawar.

20250630183442_1000810411.jpeg

Pengunjung menunjukkan tukik atau anakan kura-kura Belawa di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA/Fathnur Rohman.

Cikuya

Habitat kura-kura Belawa berada di sebuah kawasan bernama Cikuya. Lokasinya tidak begitu jauh dari kantor pemerintah desa.

Pengunjung yang ingin datang ke lokasi ini bisa melakukan perjalanan memakai sepeda motor atau kendaraan roda empat dengan jarak tempuh 22 km (sekitar 39 menit) dari pusat Kota Cirebon.

Bisa dibilang, Cikuya menjadi salah satu destinasi yang cukup tersohor di wilayah Cirebon bagian timur. Daya tariknya tentu karena keberadaan kura-kura yang mendiami kawasan ini.

Saat mengunjungi Cikuya,  Antara merasakan suasana  yang asri. Saat menginjakkan kaki pertama kali, pengunjung akan disambut dengan rindangnya pepohonan yang membuat udara sekitar terasa teduh nan sejuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Teknologi Semakin Jadi Anda...
Ekonomi
OJK dan Pimpinan DPR Bahas ...

Proses Pengosongan Kawasan Eks Hotel Sultan

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Proses Pengosongan Kawasan ...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.