Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seorang Haji Asal OKU Timur Meninggal Dunia di Makkah

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 15:02 WIB | Oleh:
Seorang Haji Asal OKU Timur Meninggal Dunia di Makkah Doc: antara foto
Ket. Jemaah haji meninggal dunia di Makkah.

MARTAPURA - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan seorang anggota jamaah haji asal daerah itu atas nama Paimin Karyo Sumito (83) meninggal dunia di Tanah Suci Makkah.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag OKU Timur, Muhammad Husni di Martapura, Sumsel, Minggu (8/6), mengatakan bahwa almarhum dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (6/6).

Dia mengatakan, Paimin merupakan anggota jamaah haji asal OKU Timur sektor 4 Arafah berasal dari Desa Jati Mulyo RT 003 RW 002 Jati Mulyo 1, Kecamatan Belitang Madang Raya.

Anggota jamaah haji yang tergabung di kloter 5 Embarkasi Palembang tersebut meninggal dunia di Arafah pada pukul 12.23 Waktu Arab Saudi di East Arafah Hospital.

"Almarhum sebelumnya sempat dirawat di RS Arab Saudi selama satu hari, namun nyawanya tidak tertolong," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kata dia, penyebab meninggalnya almarhum disebabkan karena penyakit sindrom gagal nafas (adult respiration desease syndrom) faktor kelelahan dan usia.

"Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di East Arafah Hospital. Petugas haji bersama dokter dan tim kesehatan lainnya sudah berupaya semaksimal mungkin, namun Allah SWT berkehendak lain," ujarnya.

Dia menjelaskan, Paimin Karyo Sumito ini merupakan haji lansia yang tergolong risiko tinggi (risti) dengan usia 83 tahun.

"Almarhum meninggal dunia statusnya sudah berhaji. Hingga saat ini sudah tercatat dua anggota jamaah asal OKU Timur yang meninggal dunia di tanah suci Makkah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni kembali mengimbau para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan selama di Tanah Suci Makkah.

Selama di Tanah Suci para jamaah diingatkan untuk banyak mengkonsumsi air mineral dan membatasi aktivitas di luar ruangan karena suhu di Arab Saudi sangat panas kisaran 43-51 derajat celsius.

"Apabila harus keluar ruangan, jamaah perlu melengkapi alat pelindung diri dan memakai sandal supaya kaki tidak melepuh," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.