Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mau Ekonomi Ngebut? LPS Serukan Sinergi Fiskal-Swasta Demi Target 8 Persen

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mau Ekonomi Ngebut? LPS Serukan Sinergi Fiskal-Swasta Demi Target 8 Persen Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Pembangunan Ibu Kota Nusantara.

JAKARTA - Kebijakan fiskal membantu pemerintah mengelola pendapatan dan pengeluaran negara, yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, stabilitas, dan kesejahteraan masyarakat. 

Sektor swasta, dengan inovasi dan sumber daya yang dimilikinya, dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas. 

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan mesin fiskal dan swasta, apabila ingin tumbuh sesuai target pemerintahan Prabowo-Gibran sebesar 8 persen year on year (yoy).

Menurutnya, salah satu ajaran Begawan Ekonomi Sumitro Djojohadikusumo yang penting diterapkan adalah menjaga kemerataan, yaitu mendorong peran swasta dalam berbagai kegiatan ekonomi sembari menjalankan intervensi pemerintah dengan meluncurkan program pro rakyat.

“Kalau itu dijalankan, harusnya sih (ekonomi) tumbuh 7 persen (yoy) nggak susah-susah amat,” ujar Purbaya dalam acara bertajuk "Simposium Nasional Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Selasa (3/6).

Melalui mesin fiskal dan swasta yang berjalan beriringan seirama, menurut Purbaya, akan menghasilkan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik, serta pemerataan.

“Pemerataan menunjukkan stabilitas sosial, politik, dan keseimbangan pembangunan antara mesin fiskal dan mesin swasta,” kata Purbaya.

Ia menekankan bahwa ajaran Sumitronomics sangat relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi dan berkesinambungan.

Adapun, salah satu unsur penting dari pendekatan tersebut adalah program yang menyasar langsung masyarakat.

“Ini dapat meningkatkan kepercayaan. Artinya, menciptakan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik,” ujar Purbaya.

Purbaya melanjutkan, dalam dua dekade terakhir Indonesia sebenarnya telah mengembangkan pembangunan dengan pendekatan kebijakan yang tidak jauh berbeda dari Sumitronomics, meskipun mesin pertumbuhannya masih belum merata.

Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,87 persen secara tahunan/ year on year (yoy).

Sebelumnya, pada kuartal I-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 5,11 persen (yoy), sementara realisasi pertumbuhan ekonomi selama 2024 sebesar 5,03 persen (yoy).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Wisata
Bukan Bali, Simeulue Kini D...

29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
29 Desa di Cilacap Alami Ke...
Luar Negeri
Rwanda Kebut Percepatan Per...
Nasional
Menteri UMKM Dorong Perluas...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pecah Bintang: Gerbang Menuju Jenderal
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.