Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan Siber Tembus 170 per Detik, UMKM Indonesia Diminta Perkuat Email Security

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 12:37 WIB | Oleh:
Serangan Siber Tembus 170 per Detik, UMKM Indonesia Diminta Perkuat Email Security Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi serangan siber. Zimbra menyoroti ancaman 170 serangan siber per detik di Indonesia dan mendorong UMKM memperkuat keamanan email, autentikasi digital, serta edukasi keamanan siber.

JAKARTA - Ancaman siber di Indonesia terus meningkat seiring percepatan transformasi digital dan adopsi teknologi berbasis cloud, AI, serta layanan digital di berbagai sektor usaha. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap serangan siber.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan Indonesia menghadapi sekitar 5 miliar anomali trafik ke sistem elektronik nasional sepanjang tahun atau setara dengan 170 serangan siber per detik. Serangan tersebut menyasar berbagai sektor strategis, termasuk perbankan, layanan keuangan, kesehatan, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

Melihat kondisi tersebut, Zimbra menilai UMKM perlu segera memperkuat sistem keamanan digital mereka, terutama pada infrastruktur email yang kini menjadi salah satu titik serangan paling umum dalam kejahatan siber modern.

Dalam keterangannya, Zimbra menyebut ancaman seperti phishing berbasis AI, malware, deepfake, hingga Business Email Compromise (BEC) kini berkembang semakin canggih dan sulit dideteksi.

UMKM dinilai menjadi target empuk karena sebagian besar masih beroperasi dengan sumber daya terbatas serta sistem keamanan yang belum memadai. Padahal, sektor UMKM memiliki peran vital dalam ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 97 persen terhadap tenaga kerja dan hampir 62 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Mengadopsi langkah-langkah keamanan proaktif dan berlapis sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka dan pertumbuhan ekonomi negara yang berkelanjutan,” kata Chief Revenue Officer Zimbra, Anthony Chadd, dalam keterangan resmi pada hari Selasa (12/5).

Menurut dia, banyak UMKM di Indonesia masih mengandalkan filter email sederhana dan belum memiliki infrastruktur keamanan siber yang memadai seperti perusahaan besar. Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya investasi keamanan siber di kalangan pelaku usaha kecil. Data yang dikutip Zimbra menunjukkan hanya sekitar 18 persen UMKM di Indonesia yang telah berinvestasi pada sistem keamanan siber.

Padahal, satu insiden serangan siber dapat menimbulkan dampak besar bagi bisnis kecil, mulai dari kerugian finansial, pencurian data pelanggan, gangguan operasional, hingga penurunan reputasi dan kepercayaan konsumen.

Zimbra menilai email masih menjadi pintu masuk utama berbagai serangan siber modern. Karena itu, perusahaan mendorong UMKM untuk mulai memandang email bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian penting dari infrastruktur digital bisnis.

Untuk membantu pelaku usaha menghadapi ancaman tersebut, Zimbra membagikan empat strategi utama yang dinilai dapat diterapkan UMKM dalam memperkuat keamanan siber mereka.

Strategi pertama adalah menyederhanakan pengelolaan keamanan dengan menganggap email sebagai infrastruktur utama bisnis. Menurut Zimbra, penggunaan platform kolaborasi dengan antarmuka sederhana dan sistem keamanan terintegrasi dapat membantu UMKM meningkatkan perlindungan digital tanpa memerlukan tenaga ahli khusus.

Langkah kedua adalah memprioritaskan sistem pertahanan otomatis yang memiliki dampak tinggi. Filter email tradisional dinilai sudah tidak cukup menghadapi ancaman modern seperti BEC dan phishing berbasis AI.

Karena itu, UMKM didorong mulai menerapkan teknologi keamanan seperti autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA), enkripsi data, serta protokol anti-phishing yang mampu memberikan perlindungan lebih kuat secara otomatis.

Strategi ketiga berkaitan dengan pengendalian data lokal dan kepatuhan regulasi. Zimbra menyarankan UMKM memilih platform digital yang menyimpan data di dalam negeri agar lebih sesuai dengan regulasi perlindungan data nasional serta mengurangi risiko kebocoran informasi sensitif melalui layanan asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan

39 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Megapolitan
Wakil DPRD Bekasi dan Anggo...
Megapolitan
JFW Bagian Penting Jakarta ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Nasional
Pemerintah Kejar Efisiensi ...
Luar Negeri
Amerika Serikat Perkuat Kap...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.