Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rwanda Kebut Percepatan Perjanjian Dagang dengan Indonesia

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Rwanda Kebut Percepatan Perjanjian Dagang dengan Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Ibu kota Kigali, Rwanda.

JAKARTA - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana optimistis negaranya dapat merampungkan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Indonesia pada tahun ini.

“Saya pikir pada akhir tahun ini PTA antara Republik Indonesia dan Republik Rwanda sudah dapat ditandatangani. Ini merupakan hal yang besar dalam hubungan kita,” kata Dubes Harelimana saat merespons pertanyaan ANTARA di sela-sela perayaan tradisional Umuganura di Jakarta, Sabtu (8/8).

Ia menjelaskan pembahasan PTA antara Indonesia dan Rwanda telah berlangsung sejak tahun lalu, dengan pertukaran kunjungan delegasi kedua negara yang telah dilakukan beberapa kali seiring kemajuan dialog.

Pada Februari 2026, delegasi pemerintah bersama Kadin Indonesia berkunjung ke Rwanda untuk melakukan pembicaraan di ibu kota negara tersebut, Kigali. Kunjungan itu kemudian dibalas dengan kedatangan delegasi Rwanda ke Indonesia pada Mei lalu.

Harelimana mengungkapkan bahwa pihaknya menantikan kunjungan kembali delegasi Indonesia ke Rwanda pada September mendatang untuk melanjutkan pembahasan PTA.

Perkembangan positif hingga saat ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama Indonesia dan Rwanda untuk meningkatkan kerja sama bilateral sekaligus menjadi pengakuan atas pentingnya kemitraan ekonomi kedua negara.

Selain PTA, Dubes Harelimana mengungkapkan bahwa pihaknya juga tengah menjajaki penyusunan perjanjian penghindaran pajak berganda (double taxation) untuk produk Rwanda yang diekspor ke Indonesia maupun sebaliknya.

“Ini merupakan hal lain yang kami harap dapat dilanjutkan pembahasannya,” kata Dubes Rwanda.

Rwanda juga berharap dapat menyepakati perjanjian penerbangan bilateral (BASA) dengan Indonesia untuk memfasilitasi konektivitas kedua negara. Terlebih, pemegang paspor Indonesia saat ini dapat menggunakan fasilitas visa saat kedatangan (visa on arrival) untuk berkunjung ke Rwanda, ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia menyatakan bahwa negosiasi perdagangan bebas dengan Rwanda merupakan salah satu upaya untuk memperluas diversifikasi pasar ke tujuan nontradisional, khususnya di benua Afrika.

Sebagaimana diungkapkan Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) Kemlu Daniel Tumpak Simanjuntak pada Kamis (30/7), Indonesia saat ini juga menjajaki perjanjian serupa dengan Mauritius yang juga terletak di Afrika.

"Kementerian Luar Negeri mendorong dan sedang melakukan negosiasi perdagangan bebas dengan negara seperti Rwanda dan Mauritius," ucap Daniel. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.