Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pati Bantu Penyerapan Garam Hasil Produksi Petani

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Pemkab Pati Bantu Penyerapan Garam Hasil Produksi Petani Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Sejumlah petani garam di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melakukan pengolahan lahan untuk produksi garam.

PATI -- Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berkomitmen mengoptimalkan penyerapan garam petani menyusul melimpahnya produksi saat memasuki musim panen raya, yang berdampak pada penurunan harga jual komoditas tersebut di tingkat petani.

"Pemkab Pati tentu akan mengoptimalkan keberadaan industri dan gudang penyimpanan garam rakyat untuk membantu menyerap hasil produksi petani," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati adalah Hadi Santosa di Pati, Minggu.

Menurut dia, keberadaan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) yang merupakan pabrik pengolahan garam industri di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, bisa dioptimalkan untuk membantu penyerapan garam petani.

Selain itu, kata dia, di Kabupaten Pati juga terdapat tiga gudang rakyat ditambah lima gudang yang sudah eksisting.

Seluruh fasilitas tersebut dapat dioptimalkan untuk meningkatkan penyerapan garam lokal.

Di Kabupaten Pati, lanjut dia, juga terdapat satu koperasi garam yang memiliki tugas membantu menyerap hasil produksi petani garam.

"Keberadaan koperasi desa juga bisa dikolaborasikan, sehingga bisa membantu tingkat kesejahteraan para petani garam," ujarnya.

Hadi mengungkapkan produktivitas garam pada musim kemarau tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan musim kemarau sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi tanah di areal produksi garam yang masih cenderung basah setelah sebelumnya mengalami musim hujan yang cukup panjang.

Akibatnya, proses produksi garam membutuhkan waktu lebih lama, sehingga produktivitas petani mengalami penurunan.

Ali Muntoha, petani garam asal Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati, mengakui musim kemarau saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, karena tanah di lahan produksi garam cenderung tawar sehingga mengakibatkan proses produksi garam membutuhkan waktu lebih lama.

"Jika sebelumnya dalam waktu tiga hari bisa panen, kini butuh waktu hingga empat hari karena uap panas dari tanah tidak maksimal karena selain tawar juga tanahnya cenderung basah. Sedangkan, hasil panennya juga turun menjadi 1 kuintal dari sebelumnya bisa 1,5 kuintal," ujarnya.

Menurut Ali, kondisi tersebut dapat dirasakan dari suhu panas di lahan produksi. Jika sebelumnya pada sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB suhu panas sudah cukup tinggi, saat ini panas yang dihasilkan tanah pada waktu tersebut belum maksimal.

Selain persoalan produktivitas, petani juga menghadapi rendahnya penyerapan garam. Perusahaan pembuat garam konsumsi disebut belum menerima pasokan bahan baku dari petani sehingga berdampak terhadap harga jual di tingkat petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pemkot Tangerang Percepat Bedah Rumah

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Percepat B...
Megapolitan
Anggota DPRD DKI Minta Pena...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.