Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan Tumbuh Kembang Anak Makin Kompleks, Ekosistem Pengasuhan Perlu Diperkuat

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Tantangan Tumbuh Kembang Anak Makin Kompleks, Ekosistem Pengasuhan Perlu Diperkuat Doc: BHMS
Ket. Komisaris Independen BMHS, Retno Marsudi, dalam acara Bunda Parenting Convention 2026 di Jakarta pada hari Sabtu (8/8). Tantangan tumbuh kembang anak semakin kompleks. Penguatan ekosistem pengasuhan diperlukan untuk membantu keluarga mendampingi anak sejak kehamilan hingga usia sekolah.

JAKARTA — Tantangan tumbuh kembang anak di era modern semakin kompleks. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga kesiapan keluarga, lingkungan sosial, hingga komunitas dalam mendampingi anak sejak masa awal kehidupan.

Kondisi itu mendorong PT Bundamedik Tbk (BMHS/RS Bunda Group) melalui RSIA Bunda Jakarta untuk memperkuat ekosistem pengasuhan keluarga melalui Bunda Parenting Convention 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Sabtu (8/8).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional dan Pekan Menyusui Sedunia tersebut mengusung tema From The First Heartbeat to a Bright Future, Every Step Matters. Tema itu sejalan dengan pesan Pekan Menyusui Sedunia 2026, Breastfeeding for a Sustainable Future: Strengthen What Works, yang mendorong penguatan praktik-praktik yang telah terbukti mendukung keberhasilan menyusui.

Bunda Parenting Convention 2026 menjadi ruang edukasi bagi keluarga untuk memperoleh pengetahuan dan dukungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak, mulai dari masa kehamilan hingga memasuki usia sekolah.

Konsep tersebut berangkat dari pandangan bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua. Pepatah Afrika It takes a village to raise a child menjadi salah satu gambaran bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan dari lingkungan yang lebih luas.

Di tengah perubahan pola kehidupan dan derasnya arus informasi, keluarga menghadapi berbagai tantangan dalam mengambil keputusan terkait kesehatan dan pengasuhan anak. Karena itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan keluarga, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, tempat kerja, serta lingkungan sosial.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan BMHS selama lebih dari lima dekade terus berupaya memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan.

“Selama lebih dari lima dekade, BMHS terus memperkuat ekosistem keluarga agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan hingga tumbuh optimal,” ujar Ivan melalui keterangannya pada hari Sabtu (8/8).

Menurut dia, komitmen tersebut diwujudkan melalui integrasi layanan klinis, edukasi, dan pendampingan keluarga, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pengasuhan.

“Melalui pendekatan ini, kami ingin memastikan keluarga Indonesia memperoleh dukungan yang relevan dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan pengasuhan di era modern,” ucapnya.

Integrasikan Layanan Klinis dan Edukasi

Penguatan ekosistem kesehatan keluarga juga dilakukan BMHS melalui pengembangan berbagai Center of Excellence, termasuk layanan kesehatan wanita dan anak, robotic surgery, uro-nefrologi, ortopedi, digestif, dan kardiovaskular.

Dalam layanan kesehatan wanita dan anak, RSIA Bunda Jakarta sebagai bagian dari jaringan RS Bunda Group menerapkan pendekatan Family Integrated Care (FICare) di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Melalui pendekatan tersebut, orang tua dilibatkan sebagai bagian dari tim perawatan bayi. Pendekatan FICare juga dipadukan dengan Kangaroo Mother Care (KMC), serta edukasi antenatal dan pascapersalinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...

Transaksi video commerce meningkat

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Megapolitan
Pegadaian Salurkan 1.000 Pa...
MARITIM

Tiongkok Mulai Kuasai Rute Maritim Arktik

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Mulai Kuasai Rute ...

Pengaspalan jalan pertanian di Kendari

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pengaspalan jalan pertanian...
Luar Negeri
Intelijen Spanyol Pastikan ...
Luar Negeri
Warga Jepang Dukung Pembata...
Nasional
Penutupan Muktamar Nahdlatu...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.