Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Targetkan Lebih dari 150.000 Siswa Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 15:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemensos Targetkan Lebih dari 150.000 Siswa Masuk Sekolah Rakyat pada 2027 Doc: ANTARA
Ket. Mensos Saifullah Yusuf memberikan pernyataan saat meninjau gedung rintisan program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

TANGERANG - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan lebih dari 150 ribu siswa dari kota/kabupaten di Indonesia masuk program Sekolah Rakyat pada tahun 2027.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Tangerang, Sabtu (8/8), mengatakan target ini akan direalisasikan dalam program rintisan Sekolah Rakyat yang khusus menjangkau anak-anak kurang mampu dan putus sekolah.

"Target jangka panjang pemerintah adalah agar setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa," katanya.

Ia menyebutkan, untuk saat ini jumlah siswa yang masuk program Sekolah Rakyat telah lebih dari 43.000 orang. Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah tersebut ditargetkan melonjak menjadi lebih dari 150.000 siswa pada tahun depan apabila pembangunan gedung permanen telah rampung di setiap daerah.

"Menghimpun anak-anak jalanan untuk mau bersekolah bukanlah perkara mudah. Para pendamping di lapangan bahkan harus meluangkan waktu hingga 24 jam penuh hanya untuk melacak keberadaan anak-anak tersebut," ujarnya.

Gus Ipul juga bilang, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas penyelenggaraan sekolah rintisan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun tidak sekolah.

Seperti contoh, lanjutnya, demi menunjang program itu pihaknya telah membangun sekolah rintisan yang memanfaatkan gedung milik Kementerian Perhubungan yang kesehariannya digunakan sebagai tempat pembelajaran Politeknik Penerbangan Indonesia menjadi Sekolah Rakyat.
​
"Program rintisan tambahan ini secara khusus menjangkau anak-anak yang pada jam sekolah kerap mengamen atau mencari penghasilan di pasar-pasar dan tempat umum," tuturnya.

Ia menambahkan, kini terdapat 400 anak jalanan yang berhasil dijangkau, dan sebanyak 300 anak telah melalui asesmen dan memenuhi syarat untuk langsung mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
​
"Sementara itu, lebih dari 100 anak lainnya memerlukan masa penyetaraan atau matrikulasi terlebih dahulu di sentra-sentra milik Kementerian Sosial. Hal ini dikarenakan sebagian dari mereka belum bisa membaca, memiliki kendala kesehatan, serta menghadapi permasalahan lainnya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.